Kebersamaan Akan Menumbuhkan Nuansa Kerja Harmonis

Kab. Bandung.-Menyikapi akselerasi pembangunan di wilayah Kabupaten, Dinas Perumahan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan Kab. Bandung), diungkapkan Ir. Erwin Rinaldy, Kamis, 7/9, perlu keselarasan di dalam pencapaian tujuan. Ini berkaitan dengan Visi Misi Kabupaten Bandung, yaitu, “Memantapkan Kabupaten Bandung yang Maju, Mandiri dan Berdaya Saing, melalui Tata Kelola Pemerintahan yang Baik dan sinergi. Pembangunan Perdesaan, Berlandaskan Religius, Kultural dan Berwawasan Lingkungan.” Sementara Misi Kabupaten Bandung mencakup,

1. Meningkatkan kualitas dan cakupan layanan pendidikan

2. Mengoptimalkankuantitas dan kualitas pelayanan kesehatan

3. Mewujudkan pembangunan infrastruktur yang terpadu tata ruang wilayah dengan memperhatikan aspek kebencanaan

4. Meningkatkan Kesejahteraan Sosial Masyarakat

5. Menciptakan Pembangunan Ekonomi yang memiliki keunggulan kompetitif

6. Meningkatkan Kelestarian Lingkungan Hidup

7. Meningkatkan Kemandirian Desa

8. Meningkatkanreformasi birokrasi

9. Meningkatkan Kemanan dan Ketertiban Wilayah

Itu adalah visualisasi yang perlu ditindaklanjuti secara signifikan. Salah satu instrument yang menjadi motor bagi kita semua, dengan cara bagaimana kita mengimplementasikan setiap kinerja sesuai tupoksi masing-masing.

Erwin juga menambahkan, peran dari Disperkimtan untuk tahun 2017 ini, dengan melakukan realisasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Dari sekitar 70 ribu RTLH di Kabupaten Bandung, masih menyisakan 20 ribu RTLH yang harus ditangani. Tahun ini hanya ada anggaran sekitar Rp 24 miliar, sehingga hanya bisa untuk memperbaiki sekitar 2000 RTLH karena anggaran untuk memperbaiki sekitar Rp.7.5 sampai 15 juta per rumah. Kita akan dahulukan RTLH yang menjadi prioritas sesuai usulan pemerintah kewilayahan, tahun 2017 akan diperbaiki sebanyak 1000 unit RTLH di 100 desa dari 30 kecamatan.

Ada juga Revisi Desa Sasaran Program Pamsimas III Tahun Anggaran 2017 yang dikeluarkan Direktur Cipta Karya, Ir, Sri Hartoyo, DIPL. SE. ME., yang dikeluarkan pada tanggal 28 Agustus 2017 lalu, perihal Penyampaian Perubahan Desa Sasaran Regular Program Pamsimas III. Semua mengacu pada keberadaan sumber air yang berada di wilayah Kabupaten Bandung.

Kriteria air itu sendiri, lanjut Erwin,

1. sumber air harus dalam keadaan aman dari sumber pencemaran, sebaiknya disekeliling sumber air dibuat pagar pengaman.

2. kran air harus selalu dalam keadaan bersih.

3. lantai selalu dalam keadaan bersih dan tidak licin.

4. pipa tranmisi dan distribusi dalam keadaan baik dan aman dari benturan yang dapat menyebabkan kebocoran.

5. periksa apakah ada penyumbatan terhadap air masuk ke bak penampungan maupun yang mengalir ke konsumen.

6. kuraslah bak penampungan jika tampak airnya sudah kotor. lobang penguras dapat difungsikan.

7. perbaiki atau buat saluran baru jika SPAL(saluran pembuangan air limbah) tidak berfungsi dengan baikBagian-Bagian dari sarana PMA. Sarana PMA pada umumnya terdiri dari bangunan penangkap mata air dan bak penampungan saja tanpa pipa pembagi. Kedua bagian tersebut dapat berupa satu bangunan atau berupa 2 bangunan ynag terpisah. Bak penampungan selain digunakan untuk mengambil air, adan juga digunakan untuk tempat mandi dan cuci. oleh karena itu PMA harus dilengkapi dengan saluran pembuangan air limbah.

“Jelas sekali sebuah keberhasilan atau optimalisasi kerja harus dilakukan secara bersama-sama, bahu membahu, gotong royong, dalam ikatan kebersamaan yang kuat akan tercipta sebuah nuansa kerja yang harmonis,” tegas Erwin. (Ki Agus NF).

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY