Miskin Itu Terbagi Beberapa Kategori

Kab. Bandung.- Wakil Bupati Bandung, H. Gun Gun Gunawan, mengatakan, Selasa, 5/9, kategori Miskin itu terbagi dalam beberapa kategori, yaitu Miskin tidak berpenghasilan, Miskin karena kena PHK, Miskin berdasarkan pengakuan semata. Perihal lainnya yang mengarah pada kategori miakin yang sebenarnya adalah tidak mempunyai kehidupan Dan Penghasilan layak.

Gun Gun juga menjelaskan, ada juga sebagian masyarakat yang menfaku miskin hanya karena ingin mendapatkan keringanan di dalam pembayaran biaya Rumah Sakit. Prilaku itu jelas sang at merugikan pihak lainnya. Sebagai antisipasi dari permasalahan itu sekarang Ini dilakukan verifikasi. Sehingga bisa dipastikan kebenarannya. Apakah ia memang perlu di Bantu atau sebaluknya.

Tapi pemerintah tetap akan memprioritaskan masyarakat sebagai penerima bantuan. Seperti Rutilahu, Rehab Rumah, atau yang lainnya. Dari jumlah itu memang tidak seberapa, tapi cukup untuk melakukan perbaikan. Dan biasanya hal itu akan terus berlanjut.

Ketika disinggung mengenai masyarakat miskin pribumi yang tidak mempunyai Rumah Dan tanah, Gun Gun, mengatakan, itu memang sulit bagi mereka dalam menerima bantuan rehab. Terutama keberadaan Rumah itu merupakan milik orang lain. Otomatis bila di bantu, akan menjadi pemilik Rumah tersebut. Dan merupakan kerugian bagi masyarakat itu sendiri.

“Pemerintah memang tengah menggalakkan program-program di dalam penanggulangan kemiskinan. Salah satu acuan yang bisa menjadi pegangan adalah data mustahik dan data Dari BPS. Data tersebut memang akurasinya masih diragukan. Namun upaya pemerintah adalah memverifikasi setiap data yang ada until pertimbangan selanjutnya,” kata Gun Gun.

Keberadaan Rumah diseputar rel kereta API tudak aktif pun itu bisa menjadi, tambah Gun Gun, pertimbangan lain. Namun apakah yang menempatinya merupakan pribumi atau pendatang? Ini perlu dipertanyakan denga rinci. Sebab yang berhak menerima bantuan itu harusnya masyarakat pribumi dan merupakan masyarakat miskin. (Ki Agus NF).

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY