| Setelah sukses diselenggarakan pada awal Oktober, kembali Ekosistem Budaya Kasumedangan (EBK) digelar di Geotheater Rancakalong. Program ini diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Sumedang yang telah memasuki episode-episode lanjutan, sebagai agenda rutin setiap hari Sabtu.
"Saya sangat bersyukur dan berbahagia bisa hadir dalam acara Ekosistem Budaya di Geoptheater Rancakalong," ungkap Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, dalam pidato sambutannya, Sabtu (17/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati berucap terima kasih kepada Forkopimcam, para kades, para kepala sekolah, para guru, beserta siswa-siswi dan semua pihak yang turut hadir serta mensukseskan acara tersebut.
"Alhamdulillah, saya bisa hadir ditengah-tengah anak-anakku dan terima kasih juga kepada pak Dian selaku pengisi acara yang Istiqomah pada kegiatan Ekosistem Budaya ini," ucapnya.
Ia pun berharap, pengelola Geotheater yang mempunyai akun di medsos, akunnya bisa dikembangkan lagi. Ambil hikmahnya, agar bermanfaat menambah informasi, pangetahuan, motivasi serta menambah minat bakat guna latihan seni dan budaya.
"Kita memiliki keinginan kuat melestarikan budaya. Saya optimis menatap masa depan, mari kita jaga budaya. Optimis bakat anak-anak tetap memiliki minat guna mengembangkan potensinya dalam seni dan budaya leluhur," tandasnya.
Menurut Dony, dengan adanya tempat Geoptheater tentu ada ruang untuk belajar. Di tempat ini anak-anak bisa belajar dan mementaskan hasil latihan. Sehingga membuat orang tua dan guru didiknya bangga dan gembira.
"Insyaallah, penonton akan termotifasi, terangsang untuk ingin bisa dan tampil disini. Dari penari, penyanyi hingga kaulinan sisingaan yang bagus, pasti akan tumbuh minat dari anak-anak untuk mengembangkan budaya Sunda," terang dia.
Dony juga menyoroti, untuk tetap semangat melestarikan budaya lama dan menggali budaya baru yang lebih baik. Karena budaya itu merupakan cara hidup, kebiasaan yang baik untuk menjadi identitas suatu daerah.
"Sebagai contoh budaya Sunda: someah hade kasemah, handap asor hade budi hade bahasa. Sok nulung kanu susah, nyaah ka sahandapeun, hormat ka saluhureun ," pesannya dalam bahasa Sunda.
Sisi lain, sebutnya, kedepan alun-alun, lapangan dan tebing Geotheater akan ditata rapih dengan menggunakan data CSR yang sedang diproses di Jakarta. Berharap terealisasi disertai sarana jogging track seperti di kantor pemda.
"Insyaallah, selain pertunjukan seni budaya, disini juga kita bisa olahraga, bersepeda dengan 360 derajat pemandangan alam," pungkasnya. ***



