BandungRaya

PENDIDIKAN

Disdikbud Bantah Tingkat Pendidikan Cianjur Rendah

Cianjur (BR) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cianjur, Jawa Barat membantah masih rendah tingkat pendidikan di wilayah tersebut karena beberapa faktor pendukung terus meningkat.

“Setiap tahun rata-rata lama sekolah (RLS) atau angka partisipasi kasar (APK) dan angka partisipasi murni (APM) terus mengalami peningkatan,” kata Kepala Disdikbud Cianjur Cecep Sobandi, di Cianjur, Kamis.

Dia menjelaskan selama ini berbagai pihak selalu mengacu pada RLS tahun 2016 yang angkanya berada di 6,61 tahun atau baru sebatas kelas 1 SMP. Sedangkan tahun 2017, Disdik menyatakan sudah ada peningkatan.

“Berdasarkan data yang diperoleh dari situs resmi Badan Pusat Statistit, RLS Cianjur tahun 2017 mengalami peningkatan 6,92 tahun atau naik 0,32 tahun dibandingkan 2016,” katanya lagi.

Meskipun peningkatannya tidak banyak, namun membuat peringkat RLS Cianjur tahun lalu merangkak ke posisi 22 di Jawa Barat atau naik dua peringkat dari 2016 posisinya ke 24 dari 27 kabupaten/kota.

“Saat ini disebutkan RLS Cianjur rendah yang dipegang data 2016, untuk data selanjutnya itu mengalami peningkatan. Nilai penunjang RLS, Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka partisipasi Murni (APM) Cianjur yang mengalami peningkatan setiap tahun,” katanya lagi.

Namun selama ini, perbedaan poin penilaian untuk penyelenggaraan pendidikan terjadi karena cara pengambilan data, Disdikbud hanya menghitung data untuk usia di bawah 20 tahun, BPS menghitung semua tingkatan usia.

“Tapi tidak jadi masalah, selisih itu juga jadi perhatian kami untuk mendorong penduduk Cianjur pada usia 20 tahun ke atas terutama yang pendidikannya masih rendah untuk mengikuti pendidikan kesetaraan,” katanya lagi.

Dia menambahkan, pada setiap wilayah akan diperbanyak Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dengan memaksimalkan potensi sosialisasi melalui mantan Kepala Pusbindik, sehingga yang sudah lanjut usia dapat mengikuti pendidikan kesetaraan.

“Untuk anak usia sekolah akan difasilitasi dengan pembangunan sekolah baru di sejumlah kecamatan dengan tujuan untuk mendekatkan sarana pendidikan ke wilayah yang jumlah anak usia sekolah tinggi, namun keberadaan sekolah terbatas,” katanya pula.

Sumber: antara

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

To Top