BandungRaya

REHAT

Hati-hati! Kesepian Ternyata Menyebabkan Kematian Dini

Copyright: pexels.com/pixabay

BANDUNGRAYA.NET | Setiap orang pasti pernah merasakan kesepian. Namun, tahukah kamu jika kesepian bukan hanya berpengaruh terhadap psikologis melainkan dapat terkena penyakit kardiovaskular yang berujung pada kematian.

Sebuah penelitian di Dublin, mengungkapkan merasa kesepian adalah prediktor kuat kematian dini. Tim peneliti dari Denmark menemukan bahwa kesepian erat hubungannya dengan risiko kematian. Dan terjadi dua kali lipat pada perempuan dan hampir dua kali lipat pada lelaki.

Penulis utama Anne Vinggaard Christensen, mahasiswa PhD di Copenhagen University Hospital di Denmark, menjelaskan kesepian umum terjadi pada saat ini dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, dan fakta membuktikan lebih banyak orang hidup sendirian.

“Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa kesepian dan isolasi sosial terkait dengan penyakit jantung koroner dan stroke, tetapi ini belum diteliti pada pasien dengan berbagai jenis penyakit kardiovaskular,” ujarnya seperti yang dilansir dari independent.co.uk.

Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa orang yang merasa kesepian, tiga kali lebih melaporkan gejala kecemasan dan depresi, ini berlaku untuk lelaki dan perempuan. Mereka juga dilaporkan memiliki kualitas hidup yang jauh lebih rendah.

Studi ini dipresentasikan di EuroHeart 2018, konferensi keperawatan tahunan European Society of Cardiology, yang melibatkan data dari 13.463 pasien yang menderita penyakit jantung iskemik, aritmia (irama jantung abnormal), gagal jantung atau penyakit katup jantung.

Kualitas jaringan sosial mereka dinilai melalui menghubungkan data dari register nasional dengan hasil dari survei DenHeart, yang diberikan kepada semua pasien yang dipulangkan dari lima pusat jantung di Denmark antara April 2013 dan April 2014.

Dalam survei, pasien diminta untuk menjawab pertanyaan mengenai kesehatan fisik dan mental mereka, selain menyebutkan tingkat dukungan sosial mereka.

Ukuran kesepian diperiksa melalui dua pertanyaan, yakni “Apakah Anda memiliki seseorang untuk diajak bicara ketika Anda membutuhkannya?” dan “Apakah Anda merasa sendirian meskipun kadang-kadang Anda ingin bersama seseorang?”.

Vinggaard Christensen menambahkan bahwa sangat penting untuk mengumpulkan data tentang pasien yang tinggal sendiri dan mereka yang tidak hidup sendiri, tidak selalu mengarah pada kesepian. Juga, tidak hidup dengan orang lain tentu mengimunisasi Anda dari isolasi sosial.

Menurut Vinggaard, kesepian adalah prediktor kuat kematian dini, kesehatan mental yang lebih buruk, dan kualitas hidup yang lebih rendah pada pasien dengan penyakit kardiovaskular, dan prediktor yang jauh lebih kuat daripada hidup sendiri, pada lelaki dan perempuan.

“Kini kita hidup di mana banyak orang yang merasa kesepian. Untuk itu, penyedia kesehatan harus mempertimbangkan hal ini karena memiliki risiko. Studi kami menunjukkan bahwa mengajukan dua pertanyaan tentang dukungan sosial memberikan banyak informasi tentang kemungkinan hasil kesehatan terburuk,” tutup Vinggaard. | BR-03

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

To Top