GELANGGANG

Sesmenpora Siapkan Anggaran untuk NPCI

Sekretaris Menpora Gatot Dewa Broto (kiri), Dewan Pertimbang NPCI Jabar Rasikin SH dan Ketua NPCI Kota Bandung Adik Fahroji ketika beraudiensi di kantor Kemenpora di Jakarta, Selasa (7/8/2018).

Bandung (BR).- “Alhamdulilah permasalahan yang dihadapi NPCI Jabar terkait aksi longmars untuk ketemu Presiden Joko dapat diselesaikan dengan baik,” ujar sekretaris Kemenpora Gatot Dewa Broto ketika menerima audiensi ketua NPCI Kota Bandung Adik Fahroji dan Dewan Pertimbangan NPCI Jabar Rasikin SH, Selasa (7/8/2018) dikantor Kemenpora di Jakarta.

Gatot mengatakan para atlet peraih medali emas Pekan Paralimpik Nasional XV di Jabar 2016 tersebut sepakat menghentikan aksi longmars Bandung – Jakarta setelah tuntutan mereka terakomodasi dalam kesepakatan yang dicapai pada pertemuan dengan pihak kemenpora Senin (6/8/2018).

Gatot berharap apa yang menjadi hak atlet memang harus dipenuhi sesuai dengan prestasi atlet yang bersangkutan. “NPCI itu punya sejarah panjang. Dalam perjalannya wajar kalau pemerintah menegur atau mengkritisi, itu semua bukan rasa kebencian tapi sikap atau bentuk kepedulian pemerintah kepada NPCI,” ujar Gatot.

Menurutnya, permasalahan di Jabar adalah dinamika yang harus kita sikapi dengan bijak. Meskipun tidak ada motivasi lain dibalik itu semua tapi kita semua tahu ditahun politik sekarang ini siapapun bisa menggoreng.

Karena itulah dirinya ditugaskan Menteri (Menpora Imam Nahrawi) untuk segera meluncur ke Purwakarta. “Alhamdulilah kami diterima dengan baik oleh atlet pelaku longmars di Purwakarta. Akhirnya mereka kembali lagi ke Bandung dengan selamat. Pointnya adalah apapun masalahnya kalau kita sikapi dengan bijak pasti akan ada jalan keluarnya,” tutur Gatot.

Gatot menambahkan Kemenpora berusaha wellcome kepada siapapun karena institusi itu adalah milik kita bersama. Pemerintahpun tidak selalu menegur setiap hal yang menimbulkan masalah, namun juga selalu memberi solusi terbaik dan kalau perlu dukungan keuanganpun harus diberikan.

“Anggaran untuk NPCI tahun ini sudah ada tapi tentu penyediaan anggaran itu harus ada request dari NPCI sendiri. Sesuai prosedur misalnya harus ada proporsal yang masuk, sebab kalau tidak ini tentu bakal menjadi temuan BPK,” ungkap Gatot.

Menurutnya, sebenarnya sejak tahun 2016 NPCI sudah diingatkan, butuh uang enggak ? “NPCI bilang katanya tidak. Nah kalau hanya mengandalkan dana by event semisal Asian Paralimpic, Paralimic Games atau yang lainnya, itu sayang karena habis by event organisasi butuh uang untuk pembinaan dan yang lainnya,” tutur Gatot.

Kalau NPCI pusat tentunya itu menjadi tanggungjawab pemerintah atau dalam hal ini Kemenpora. Kalau NPCI daerah tentu menjadi tanggungjawab pemerintah setempat, katakanlah untuk penggunan APBN dan APBD nya.

“Untuk masalah penggunaan anggaran ini tentu kami harus strike. Makanya kami ingatkan untuk the next apapun penggunaan APBN/APBD nya harus siap siap diaudit sebab kalau tidak tentu akan bermasalah. Lebih baik berdebat sekarang daripada timbul permasalahan dikemudian hari,” tegas Gatot. | BR-06

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

To Top