PENDIDIKAN

SMPN 1 Margahayu Siap Menyongsong Adiwiyata Mandiri

Kepala SMPN 1 Margahayu H. Suherman

Soreang (BR).- Siap menyongsong Adiwiyata Mandiri, SMPN 1 Margahayu Kabupaten Bandung terus meningkatkan kualitas administratif dan pembiasaan semua siswa, tenaga pendidik dan kependidikan untuk terus peduli terhadap sekolah berbudaya lingkungan. Selain kepada semua guru dan siswa, gerakan kepedulian kepada lingkungan juga terus dikampanyeukan kepada warga lingkungan sekolah.

Hal tersebut dikatakan H.Suherman, Kepala SMPN 1 Margahayu bahwa sekolah yang dipimpinnya sedang berproses Adiwiyata Mandiri. itu dilakukan pasca mengikuti lomba adiwiyata secara berjenjang, mulai tingkat kabupaten, provinsi dan nasional. Dengan bermodalkan pengalaman, SMPN 1 Margahayu siap menyongsong Adiwiyata Mandiri pada 2018 – 2019.

“Proses menuju Adiwiyata Mandiri, terus dilakukan diantaranya menempuh kriteria atau instrumen yang diwajibkan pada program tersebut. Saya akan mengadiwiyatakan semua guru, siswa dan warga sekolah untuk peduli lingkungan,” kata H.Suherman saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (12/9).

H. Suherman saat menujukan Lokasi Kantin Sekolah yang tengah Dibangun

H. Suherman saat menujukan Lokasi Kantin Sekolah yang tengah dibangun

Menurutnya, salah satu instrumen untuk mengikuti lomba adiwiyata diantaranya dokumen administratif, partisipasi semua guru siswa dan masyarakat lingkungan sekolah. Lingkungan sekolah selain partisipasi masyarakat, juga sarana penunjang sekolah berbasis lingkungan diantaranya optimal serapan air, biopori, penghijauan, seperti tanaman keras atau hias dan penataan Dranase dan MKC.

“Untuk mengikuti lomba Adiwiyata Mandiri, sekolah mengisi instrumen dokumen administratif dan sarana lingkungan sekolah yang berbasis lingkungan,” katanya.

Diakui Suherman sebenarnya pada tahun sekarang belum berproses mengikuti lomba Adiwiyata Mandiri, tapi  pihaknya akan terus berupaya. Salah satunya dengan terus melakukan penghijaun dengan menanam tanaman keras dan hias.

“Setahun memimpin SMPN 1 Margahayu, saya telah menanam 23 pohon katapang. Dan mengadiwiyatakan semua siswa dan guru. jadi adiwiyata sekolah menjadi karakter semua agar peduli lingkungan,” akunya.

Lebih lanjut Ia menjelaskan, Serapan air sudah dikategorikan optimal, karena pihaknya, terus melakukan penataan program serapan diantaranya membentuk taman sekolah memperbaiki drainase. Bagaimana mengembangkan program adiwiyata menjadi jargon semua komponen di SMPN 1 Margahayu dan warga sekitar sekolah.

“Kebiasaan yang diterapkan dianataranya dilarang merokok dilingkungan sekolah. Perlombaan kelas bersih yang dinilai satu kali dalam seminggu. Bagi ruang kelas paling bagus diumumkan, yang terbaik diberi bendera hijau dan bendera hitam bagi yang kurang baik. Bagi juara kelas terbersih, diberi alat kebersihan dan Kalau terus menerus baik wali kelas dan siswa akan diberi apresiasi,” tuturnya.

Ulas Suherman, gerakan secara moral seperti kerja bakti bersama warga lingkungan sekolah dan terus mensosialisasikan bagaimana mengajak warga sekolah untuk peduli lingkungan. Ia menargetkan dalam jangka tiga tahun kedepan berproses Adiwiayata Mandiri. untuk jadi juara dalam lomba, harus ada nilai yang dijual. Tapi kalau adiwiayata harus setiap hari mengadiwiayatakan semua guru dan siswa.

“SMPN 1 Margahayu dengan luas lahan 18.000 meter, 33 ruang kelas dan 10 ruang penunjang lainnya. Kami berencana akan membangun kolam renang sekolah, lapang volli dan gimnasun olahraga. Dalam waktu tiga tahun kedepan,” tegasnya.

Kepala Bidang SMP Disdik Kab. Bandung H. Adang Sujana

Kepala Bidang SMP Disdik Kab. Bandung H. Adang Sujana

Sementara H. Adang Sujana Kepala Bidang SMPN Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung ditempat terpisah mengatakan bahwa pihak Disdik akan membentuk tim khusus untuk memantau bagaimana kesiapan sekolah dalam persiapan mengikuti sekolah adiwiyata.

“Kami akan membentuk tim khusus, untuk melakukan pemantauan dan pendapingan terhadap sekolah yang mengikuti lomba adiwiyata tingkat kabupaten, provinsi, nasional bahkan adiwiyata mandiri,” tutur Adang.

Menurutnya, sebenarnya semua sekolah diwajibkan menjadi sekolah yang berbasis lingkungan, cuman bagi sekolah yang sudah dan berproses adiwiyata ada instrumen yang menjadi kriteria. Oleh karena itu, belum semua sekolah di Kabupaten Bandung mengikuti lomba Adiwiyata.

“Semua sekolah harus beradiwiyata, karena semuanya diwajibkan berbasis lingkungan,” pungkasnya. (BR-01)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

To Top