KAB BANDUNG

Ribuan Anak Ramaikan Area Dome Bale Rame Sabilulungan

Bunda Paud menerima kalungan selendang dari siswi Paud pada Hari Anak Nasional 2018, Kamis (13/9).

Soreang (BR).- Semakin  besar dan banyaknya pihak-pihak yang memberikan perhatian keberpihakan kepada anak, diyakini akan semakin mendorong program Kabupaten Layak dan Ramah Anak di Kabupaten Bandung.

Hal tersebut diutarakan Bunda PAUD Kabupaten Bandung, Hj. Kurnia Agustina M Naser usai acara peringatan Hari Anak Nasional 2018 di Dome Bale Rame Sabilulungan, Soreang, Kab. Bandung Kamis (13/9/2018).

“Beruntung sekali pada kesempatan ini hadir semua civitas pemerhati anak, mulai dari pengawas, penilik, kepala sekolah dan sejumlah Kepala OPD seperti dari Dispusip, Disdik, Dishub dan Badan Keluarga Berencana. Semakin besar yang memberikan perhatian keberpihakan kepada anak, Insya Allah keberadaan Kabupaten Layak dan Ramah Anak bisa terealisir,” ujar  Nia.

Hj. Kurnia Agustina M. Naser ( Bunda Paud ) didampingi Kadisdik H. Juhana dan Kasi Paud Hj. Kinkin Kornelia pada acara Peringatan Hari Anak Nasional 2018 Tingkat Kab. Bandung

Hj. Kurnia Agustina M. Naser (Bunda Paud) didampingi Kadisdik H. Juhana dan Kasi Paud Hj. Kinkin Kornelia pada acara Peringatan Hari Anak Nasional 2018 Tingkat Kab. Bandung.

Tiga program  dijelaskan Nia, yang menjadi pendukung keberlangsungan anak di Kabupaten Bandung agar sehat, cerdas, ceria dan berakhlak mulia. “Yang pertama yel-yel anak harga mati, karena anak Kabupaten Bandung harus cerdas, sehat, ceria dan berakhlak mulia,” katanya.

Kemudian yang kedua, lanjut Nia, program Saperak (Sahabat Perlindungan Anak) sebagai upaya preventif pencegahan kekerasan terhadap anak.

“Semua harus ambil bagian, cari tahu dimana anak bermain, dengan siapa anak bermain, permainan apa yang dimainkan, dan jangan lupa untuk bapak-bapak terlibat dalam pola pengasuhan anak. Itu sangat bermakna dan penting untuk pembentukan contoh teladan dalam keluarga,” ujarnya.

Serta yang terakhir program GENIUS (Gesit, Empati, Berani, Unggul, Sehat dan Tumbuh). “Mudah-mudahan ketiga program itu bisa dibarengi dan disempurnakan,” imbuhnya.

Sementara Kadisdik kab. Bandung H. Juhana menuturkan Disdik sebagai Leading Sector secara formalnya, namun exsionya harus disergitaskan dengan semua potensi yang terlibat.

Baik Perpustakaannya, perlindungan Anak, dishub,  badan KB, semua leadingaector tersebut sangat berkopenten, dan semua tersebut mempunyai irisan dengan dinas pendidikan untuk pembangunan SDM anak usia Dini.

Juhana mengucapkan terimakasih kepada seluruh lintas sektoral OPD lain yang sudah sangat bagus perhatianya terhadap anak dikabupaten bandung, terutama pada Bunda Paud kita.  (BR-01)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

To Top