KAB BANDUNG

Bupati Minta Seluruh Perangkat Waspadai Peralihan Musim

Soreang (BR).- Bupati Bandung, Dadang M Naser meminta seluruh perangkat daerah di tingkat kecamatan, desa serta masyarakat umum untuk mewaspadai peralihan musim kemarau ke musim hujan yang tengah berlangsung. Terlebih bagi wilayah yang rentan rekahan tanah dan berpotensi longsor di Utara dan Selatan Kabupaten Bandung.

“Saya mohon kepada semuanya termasuk komunitas dan relawan untuk melakukan persiapan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi transisi musim pancaroba dari kekeringan ke hujan,” ujarnya saat ditemui di Soreang, Kabupaten Bandung, kemarin (12/10).

Ia menuturkan, Jumat (12/10) siang pukul 14.00 Wib akan melakukan rapat koordinasi seluruh dinas, camat dan instansi lainnya membahas tentang situasi kekeringan dan musim peralihan saat ini.

Menurutnya, wilayah yang rawan mengalami rekahan tanah dan berpotensi mengalami longsor di Selatan seperti di Pangalengan, Kertasari, Ciwidey dan Pasirjambu. Sedangkan di Utara diantaranya yaitu Cimenyan Kabupaten Bandung.

Dirinya menambahkan, pihaknya akan terus melakukan rapat dengan camat untuk mengantisipasi rekahan tanah yang berpotensi longsor.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung mengungkapkan saat ini tengah berjalan peralihan musim kemarau ke musim hujan. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat yang berada di daerah lereng dan perbukitan mengantisipasi rekahan tanah yang berpotensi longsor.

“Biasanya hujan pertama kali (setelah masa peralihan) akan terasa lebih lebat. Sehingga peluang longsor bisa terjadi,” ujar Prakirawan Cuaca BMKG Bandung, Jadi Hendarmin, Jumat (12/10) saat dihubungi via sambungan telepon.

Ia menuturkan, musim hujan di Kota Bandung dan sekitarnya diprediksi terjadi pada Oktober akhir atau pertengahan November mendatang. Hal itu berdasarkan, dinamika atmosfer di wilayah Barat Sumatera, dimana suhu muka lautn masih dalam kondisi netral dan cenderung dingin.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat pasokan uap air dari wilayah Barat Sumatera berkurang sehingga berdampak awan-awan hujan di wilayah Jawa Barat tidak terbentuk. Selain itu, di masa peralihan karakteristik cuaca saat pagi cukup terik dan siang menjelang sore peluang hujan lebat dengan durasi singkat. (BR. 01)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

To Top