Site icon BandungRaya

Usman Sayogi : Dengan Semangat Hari Pahlawan Mari Berlomba Berbuat Kebaikan dan Menjadi Warga Negara Yang Baik

WhatsApp Image 2020 11 10 at 09.02.52

Bandungraya. net – Soreang | Calon Wakil Bupati Bandung nomor urut 1, Usman Sayogi mengatakan Indonesia memiliki orang-orang yang berjasa dan yang berjuang untuk kemerdekaan. Baik laki-laki atau perempuan, masing-masing memiliki peran untuk melepaskan Indonesia dari genggaman penjajah.

“Kita punya pahlawan kemerdekaan, pejuang yang tanpa pamrih, dengan bambu runcingnya. Dewi Sartika dan Cut Nyak Dien, contohnya. Semua berperan, laki-laki dan perempuan. Beliau-beliau itu mampu membawa Indonesia merdeka,” tutur Usman di Soreang, Selasa (10/11).

Tak hanya mereka-mereka yang berjuang pada saat jaman penjajahan, kata Usman, tokoh-tokoh yang berjuang membangun daerah juga pahlawan, misalnya Bupati Bandung terdahulu.

“Kabupaten Bandung yang kita cintai ini, tidak akan mungkin begini tanpa adanya peran serta tokoh pahlawan,” kata Usman.

“Sejak di Dalam Kaum, peralihan ke Baleendah sampai ke Soreang ini. Pembangunan tidak akan begini adanya tanpa peran serta dari Bupati Bandung yang terdahulu, yang sekarang sudah tidak ada,” sambungnya.

Selain itu, menurut Usman, pahlawan tidak hanya di saat masa Penjajahan dan bidang pemerintahan tapi di bidang seni maupun olahraga. Misalnya ada atlet bulutangkis, Taufik Hidayat, yang mengharumkan nama Indonesia hingga ke tingkat internasional. Kemudian ada Atlet Silat Peraih Emas, Hanifan Yudani, yang memeluk Jokowi dan Prabowo, di gelaran Sea Games.

“Pahlawan juga banyak dari seniman. Kemudian juga di Ibun, ada tokoh masyarakat yang dapat Upakarti berturut-turut mengenai perikanan,” jelas Usman.

Pahlawan di bidang ekonomi juga ada. Seperti warga Kecamatan Pangalengan, H. Adung, yang bisa menggerakan perekonomian masyarakat dengan lahan taninya. Meskipun dia pada prinsipnya berusaha, tapi efek dominonya bisa mengangkat kehidupan dan martabat masyarakat sekitar, bahkan mungkin di Indonesia.

“Karena produk yang dihasilkan seperti kentang, itu kompetitif dengan kentang dari Dieng dan Malang. Akhirnya terjadilah nilai harga yang visible, yang dapat terjangkau. Karena kompetitif itu, sehingga tidak dikuasai oleh kartel tertentu,” paparnya.

Usman berpesan kepada masyarakat untuk bisa menjadi pahlawan diri sendiri dan untuk orang lain. Dirinya mengajak semua warga untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, dan menjadi warga negara yang baik, Pungkasnya ( red**)

Exit mobile version