Site icon BandungRaya

BMKG Waspadai Ancaman Gempa Sesar Lembang

bg BMKG2

Bandungraya.net – Bandung | Selama dua tahun terakhir pada 2019 dan 2020, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas 1 Bandung mencatat tak ada aktivitas dari Sesar Lembang yang menimbulkan bencana gempa bumi.

Kepala Stasiun Geofisika Bandung, Teguh Rahayu, mengatakan BMKG mencatat ada 992 kejadian gempa bumi di Jawa Barat sepanjang Januari hingga Desember 2020

Kondisi itu membuat BMKG waspada. Sebab, Sesar Lembang yang membentang sepanjang 29 kilometer itu, diprediksi sewaktu-waktu bakal bergerak dan menyebabkan gempa bumi dengan magnitudo antara 6 hingga 7 skala richter (SR).

“Gempa bumi ini dikhawatirkan akan menimbulkan efek rusak ringan hingga berat di Bandung Raya,” kata Teguh, saat dihubungi melalui telepon seluler, Selasa (26/1/2021).

Tak hanya Sesar Lembang, kata Teguh, di Jawa Barat juga terdapat beberapa sesar lain yang juga aktif. Antara lain, Sesar Cimandiri, Sesar Garsela (Garut Selatan), Sesar Citarik, dan Sesar Baribis.

Teguh mengemukakan, tak hanya Sesar Lembang yang terpantau “tidur nyenyak” selama 2020 ini. Sesar lain juga tidak menunjukkan kejadian yang menyebabkan gempa bumi. Sesar Cimandiri, Sesar Garsela, Sesar Lembang, Sesar Citarik, dan Sesar Baribis relatif kurang aktif.

“Itu kemungkinan karena gempa-gempa di sesar-sesar tersebut sudah dilepaskan pada tahun-tahun sebelumnya. Sehingga pada 2020 sesar-sesar lokal berada pada fase mengumpulkan energi,” ujar dia.

Menurut Teguh, ketika sesar tidak menunjukkan aktivitasnya, berarti patahan tanah itu sedang mengumpulkan energi. Bahkan, pengumpulan energi ini diprediksi terjadi setelah 2012 lalu.

Namun dia meminta masyarakat tidak khawatir berlebihan, karena Sesar Lembang periode ulang gempa besarnya sekitar 500 tahun.

“BMKG telah memasang beberapa alat seismograf untuk mencatat kejadian pergerakan tanah di sesar-sesar tersebut,” ucapnya.

Tujuannya, jelas Teguh, agar sekecil apapun pergerakan tanah atau gempa bumi di Sesar Lembang yang membentang dari Bandung Barat, Lembang, hingga timur Jatinangor, Sumedang dapat terdeteksi. (Red)

Exit mobile version