Site icon BandungRaya

Eka: Pandemi Covid 19, Shalat Tarawih Tahun ini Akan Berbeda

6f65ac33 419e 44ab 9cb4 50eae946fd04

Bandungraya.net-Soreang | Anggota DPRD Kabupaten Bandung Fraksi FKS Eka Ahmad Munandar, mengatakan, meski masa pandemi covid-19 belum hilang. Masyarakat terlihat antusias menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1442 Hijriah.

Menurut Eka, Ramadhan tahun ini pasti akan terasa beda dengan tahun sebelumnya. Khususnya, saat melaksanakan shalat tarawih.

Seperti diketahui, Ramadhan 2020, pemerintah mengeluarkan larangan untuk melaksanakan shalat tarawih karena dampak penyebaran covid-19.

“Meski ada larangan, masih ada sebagian masjid yang melaksanakan shalat tarawih dengan membatasi jumlah jemaah dan melarang orang luar ikut shalat,” kata Eka saat ditemui di ruang Fraksi PKS DPRD Kabupaten Bandung, Rabu 7 April 2021.

Eka menjelaskan, hal itu akan berbanding lurus pada Ramadhan tahun ini. Sebab, pemerintah secara resmi sudah mengumumkan dibolehkannya ibadah shalat tawawih.

“Pemerintah kan sudah mengumumkan, tahun ini ibadah shalat tarawih bisa dilaksanakan secara berjemaah di luar rumah,” katanya.

Sehingga, dirinya memprediksi pelaksanaan shalat tarawih pada Ramadhan 2021 pasti akan kembali seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Masyarakat khususnya kaum mualimin, pasti akan sangat antusias menyambut bulan Ramadhan karena pelaksanaan shalat tarawih berjemaah diluar rumah sudah diperbolehkan,” jelasnya.

Eka menambahakan, kebijakan pemerintah memperbolehkan ibadaj shalat tarawih berjamaah bisa dilaksanakan diluar rumah disampai oleh Menko PMK Muhadjir Effendy.

Menanggapi hal tersebut, Eka secara pribadi atau masyarakat Kabupaten Bandung khususnya, umumnya kaum muslimin sangat menyambut baik.

“Ya pasti saya sangat menyambut baik kebijakan tersebut, sehingga ibadah puasa tahun ini akan terasa lengkap,” kata Eka.

Lebih lanjut, Eka mengatakan, meski sudah memperbolehkan melaksanakan shalat berjamaah di luar rumah. Pemerintah, meminta masyarakat untuk tetap menerapkan prokes dan membatasi jumal jemaah.

“Memeng diperbolehkan, tapi shalat berjemaahnya hanya diikuti 50 persen dari kapasitas setiap masjid,” tuturnya.

Oleh karena itu, Eka mengimbau warga Kabupaten Bandung untuk tetap menerapkan prokes selama melaksanakan shalat berjemaah.

“Dengan adanya kebijakan itu, kita tidak boleh melupakan untuk tetap disiplin terapkan prokes untuk mengantisipasi penyebaran covid-19,” pungkasnya. (BR-12)

Exit mobile version