Site icon BandungRaya

Kasus Covid-19 di KBB Masih Tinggi, Masyarakat Diminta Tetap Disiplin 5M

5f6dbdc217290

Bandungraya.net – KBB | Kasus Covid-19 di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) bisa dikatakan masih cukup tinggi. Setiap harinya ada penambahan kasus baru meskipun diikuti pasien yang dinyatakan sembuh.

Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB, saat ini kasus Covid-19 mencapai 5.434 kasus. Rinciannya 536 orang positif aktif, 4.833 orang dinyatakan sembuh, dan 69 orang meninggal dunia.

Dari jumlah tersebut, Kecamatan Lembang menjadi penyumbang kasus Covid-19 terbanyak yakni mencapai 1.154 kasus. Kemudian diikuti Kecamatan Ngamprah dengan 941 kasus, serta Kecamatan Padalarang dengan 649 kasus.

Untuk menekan kasus Covid-19, Pemkab Bandung Barat tak henti-hentinya meminta masyarakat menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Kita minta masyarakat tetap disiplin dan senantiasa menjalankan himbauan pemerintah terkait pentingnya menerapkan 5M. Karena kasus Covid-19 masih ada,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) KBB, Asep Sodikin, saat dikonfirmasi, Kamis (22/4/2021).

Upaya lainnya yakni dengan memperpanjang pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro selama dua pekan ke depan mengikuti kebijakan pemerintah pusat.

Menurut Asep, PPKM berskala mikro sendiri dinilai masih penting dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 ditingkat wilayah khususnya tingkat RW dan RT.

“PPKM cukup efektif mencegah penyebaran Covid-19 di kalangan masyarakat, termasuk dengan didukung upaya vaksinasi dan ini masih penting dilakukan,” bebernya.

Terkait upaya menekan kasus Covid-19 dengan vaksinasi, hingga saat ini masih terus berjalan. Pihaknya juga masih getol melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar terus menerapkan protokol kesehatan.

“Jangan lengah dan jangan berpergian dulu, karena sekarang mudik juga dilarang. Takutnya, ketika sesudah musim liburan tren kasusnya naik seperti pengalaman yang sudah-sudah,” tegasnya.

Sebab kata dia, Covid-19 belum benar-benar hilang dan masih menjadi ancaman. Sehingga kontrol aparat kewilayahan menjadi penting karena saat ini yang menonjol adalah kasus dari klaster keluarga. (Red)

Exit mobile version