Site icon BandungRaya

Jangan Lewatkan Sahur, Ini 4 Dampak Buruknya

15268168755b01606bab836

Bandungraya.net – Bandung | Santap sahur memang bukan termasuk rukun puasa yang wajib dilakukan. Namun, sahur merupakan salah satu sunah yang diajarkan oleh Rasulullah saw. ketika bulan Ramadan. Selain itu, ada banyak keutamaan sahur yang sayang jika dilewatkan.

Saat ini telah memasuki waktu 10 hari terakhir bulan Ramadan. Di detik-detik terakhir bulan suci ini, banyak orang yang menjadi sering melewatkan sahur karena berpikir bahwa tubuhnya telah terbiasa menjalani ibadah puasa selama lebih dari 12 jam.

Padahal, melewatkan makan sahur bisa berdampak buruk. Sebab, makanan yang dikonsumsi saat sahur merupakan sumber makanan utama yang bisa memberikan energi bagi tubuh selama beraktivitas sambil berpuasa.

Rasulullah SAW bersabda, “Makanlah sahur karena sungguh di dalamnya terdapat keberkahan.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Dari hadis di atas dapat disimpulkan bahwa makan sahur tidak hanya bermanfaat untuk menguatkan badan selama berpuasa tetapi juga agar mendapat keberkahan yang telah dijamin.

“Sahur itu keutamaannya adalah salah satu makanan utama kita ketika berpuasa. Jadi makan utama kita itu ada dua, yaitu ketika sahur dan makan malam. Nah makan utama ini adalah upaya kita memenuhi kebutuhan gizi kita sehari,” kata Ketua ISNA dan konsultan gizi di Royal Sport Performance Center Senayan City, dr Rita Ramayulis dikutip dari Detik Health, Selasa (4/5/2021).

Berikut ini empat dampak buruk yang bisa terjadi jika seseorang melewatkan makan sahur.

1. Dehidrasi

Saat puasa, cairan tubuh tentunya akan berkurang saat beraktivitas. Apabila seseorang melewatkan sahur, maka ia akan berisiko mengalami dehidrasi saat berpuasa. Pasalnya, seharusnya ia bisa mendapatkan cairan yang dibutuhkan oleh tubuh saat makan sahur. Ketika mengalami dehidrasi, maka tubuh akan rentan cepat lelah.

2. Kekurangan gizi

Umumnya, tubuh membutuhkan dua gizi, yaitu mikro dan makro. Menurut dr Rita, melewatkan sahur berisiko kekurangan gizi mikro, seperti karbohidrat, protein, lemak, dan air, serta gizi makro, seperti vitamin dan mineral.

3. Proses pencernaan terganggu

Melewatkan makan sahur juga berisiko menyebabkan terjadinya gangguan pada proses pencernaan, lho. Sebab, tubuh tidak melakukan proses pencernaan dalam waktu yang lama. Akibatnya, produksi asam lambung akan meningkat.

4. Kekurangan energi

Sahur bertujuan untuk memberikan energi selama berpuasa. Dengan demikian, seseorang yang melewatkan sahur akan berisiko kekurangan energi dan lemas lantaran kurangnya asupan makanan. (Red)

Exit mobile version