Site icon BandungRaya

Pemkab Bandung Barat Diminta Lebih Perhatikan Kesejahteraan Guru Ngaji

guru ngaji bandung les privat

Bandungraya.net – KBB | Pemkab Bandung Barat diminta untuk lebih memerhatikan kesejahteraan para guru ngaji. Hal itu karena saat ini guru ngaji yang ada seolah dianaktirikan.

Untuk diketahui dari total 13.000 guru ngaji di KBB baru 10.000 yang mendapatkan perhatian berupa insentif dari pemerintah daerah.

Besaran insentif yang dialokasikan dari APBD Bandung Barat 2021 ini totalnya mencapai Rp 3 miliar atau setiap guru ngaji mendapat Rp 300 ribu pertahun atau senilai Rp 25 ribu perbulan.

Misalnya, insentif bagi kalangan guru ngaji di KBB sangat minim. Hal itu sangat disayangkan oleh berbagai kalangan. Padahal peran guru ngaji di masyarakat sangat sentral dalam memberikan ilmu agama.

“Sangat miris mendengarnya, masa guru ngaji hanya diberi insentif Rp 25 ribu perbulan. Sangat tidak sebanding dengan ilmu yang diberikan,” kata Pembina Komunitas Budayawan dan Seniman Rancage KBB, Daswan Muda, Kamis (3/6/2021).

Daswan mengaku heran bagaimana hal yang sangat penting ini justru tidak mendapatkan prioritas dari pemerintah daerah. Padahal seharusnya guru ngaji amat diapresiasi.

“Mestinya mereka mendapatkan apresiasi yang lebih layak dan pantas, mengingat di zaman sekarang uang Rp 25 ribu setiap bulannya tidak berdampak kemana-mana,” jelasnya.

Guru ngaji di kampung-kampung dan permukiman warga selain menambah wawasan keilmuan dan keimanan, juga akan memberikan teladan yang baik bagi para generasi muda.

Menurutnya, di zaman yang cenderung individualis sebagai dampak buruk kemajuan teknologi, anak-anak muda butuh pengayaan dari aspek religiusnya.

“Teladan yang baik diajarkan oleh para guru ngaji kepada anak-anak dalam kesehariannya. Nah pemerintah juga harus peka dengan memperhatikan mereka. Meski mereka mengajar tanpa pamrih, tapi tetap pemerintah harus hadir dalam meningkatkan kesejahteraannya,” ujar Daswan.

Insentif yang merupakan anggaran 2021 dalam bentuk hibah ke MUI ini, baru kembali dikucurkan setelah selama dua tahun tidak ada. Sebelumnya insentif ini pernah ada namun diberikan oleh Dinas Pendidikan kepada sebanyak 4.000 guru ngaji.

Diberikannya insentif ini merupakan bagian dari perhatian pemerintah daerah kepada guru ngaji. Sebab keberadaannya sangat membantu dalam hal memberikan pendidikan agama ke masyarakat.

Kabag Kesra Setda KBB, Asep Hidayattuloh, mengatakan, sejauh ini guru ngaji yang paling banyak terdapat di Kecamatan Cipongkor yang mencapai 1.000 orang.

“Kita memang inginnya bantuan ini angkanya lebih besar atau bahkan diberikan setiap bulan seperti di daerah lain. Tapi karena keterbatasan anggaran dan kebijakan yang harus dirumuskan eksekutif dan legislatif, untuk saat ini nilainya memang baru sanggup sebesar itu,” ungkap Asep. (Red)

Exit mobile version