Site icon BandungRaya

BMKG Sebut Wilayah Bandung Raya Memasuki Musim Kemarau

musim kemarau

Bandungraya.net – Bandung | Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung menyebutkan, wilayah Bandung Raya sudah mulai memasuki musim kemarau pada akhir Dasarian III Juni atau awal Dasarian I Juli 2021.

Kepala BMKG Bandung, Teguh Rahayu mengatakan, musim kemarau di wilayah Bandung Raya sejauh ini diprediksi masih bakal terus terjadi pada Agustus hingga September 2021.

“Untuk wilayah Bandung Raya sudah memasuki musim kemarau pada akhir Juni dan puncaknya pada Agustus-September. Kami akan terus melakukan monitoring dan pemutakhiran informasi terkait dengan puncak musim kemarau di Bandung Raya,” ungkap Teguh saat dihubungi melalui telepon seluler, Minggu (4/7/2021).

Berdasarkan pengamatan dan analisis data curah hujan yang dipantau oleh BMKG Bandung, wilayah Bandung Raya, mengalami musim hujan lebih panjang dari normalnya.

“Awal musim kemarau di wilayah Bandung Raya mundur sebanyak 2 hingga 3 dasarian dari normalnya,” terangnya.

Dirinya menjelaskan, ada sejumlah penyebab kemunduran awal musim kemarau. Di antaranya masih tingginya tingkat kelembapan di wilayah Jawa Barat yang disebabkan beberapa fenomena meteorologis baik yang sifatnya global maupun regional.

“Suhu Muka Laut (SST) di wilayah Laut Jawa utara Jawa Barat mengalami anomali positif. Aktifnya IOD (-) yang berlangsung sejak awal Mei 2021. Serta tumbuhnya sirkulasi Eddy (pusaran angin dengan durasi harian) dan pusat tekanan rendah di sekitar Jawa Barat,” jelasnya.

Menurut Teguh, ketiga faktor tersebut menyebabkan tingkat kelembapan di wilayah Bandung Raya tetap tinggi, sehingga mendorong aktivitas konvektif yang menyebabkan tumbuhnya awan hujan (Cb) dan tingkat curah hujan tetap tergolong tinggi.

Walaupun sudah memasuki musim kemarau, masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap potensi bencana yang mungkin terjadi seperti puting beliung (angin kencang) dan bencana kekeringan.

“Selain itu, warga juga diimbau untuk tidak percaya informasi hoaks dan selau mencari informasi resmi kebencanaan melalui informasi resmi yang dikeluarkan dari pihak yang berhubungan langsung dengan kejadian bencana,” pungkasnya. (Red)

Exit mobile version