Site icon BandungRaya

Samsung Perluas Pasar Tablet di Eropa, Timur Tengah, dan Afrika

samsung tab s6 lite 1

Bandungraya.net |  Samsung Electronics Co. memperluas pangsa pasar tablet di Eropa, Timur Tengah dan Afrika (EMEA) pada kuartal II tahun ini, saat pasar mengalami penurunan secara keseluruhan.

Melansir Yonhap, Jumat, laporan peneliti industri International Data Corp (IDC) mengatakan Samsung mengirimkan 3,55 juta tablet di pasar EMEA pada periode April hingga Juni dengan pangsa pasar 30,1 persen.

Angka tersebut naik dari tahun sebelumnya, yaitu 3,42 juta tablet Galaxy Tab untuk pangsa pasar 28,6 persen.

“Samsung tetap menjadi pemimpin pasar di EMEA, didorong oleh posisinya yang kuat di pasar negara berkembang,” kata IDC.

Sementara itu, Apple Inc. mempertahankan posisi runner-up dengan pangsa pasar 25,4 persen setelah mengirimkan 3 juta tablet, naik 17,2 persen dari tahun sebelumnya.

“Apple tetap menjadi pemimpin yang solid di negara-negara yang kurang sensitif terhadap harga, di mana seringkali iPad menjadi pilihan yang lebih disukai untuk penawaran pendidikan,” kata IDC lagi.

Sedangkan Lenovo berada di urutan ketiga dengan pangsa pasar 19,7 persen, disusul TCL Technology di urutan keempat dengan pangsa pasar 3,9 persen.

Meski berada di urutan ketiga, pengiriman tablet Lenovo melonjak 58,1 persen pada tahun ini menjadi 23,2 juta unit pada kuartal kedua. Pengiriman TCL juga meningkat 69,5 persen, terbesar di antara lima merek teratas, menjadi 461.000 unit.

“Lenovo mencatat pertumbuhan pangsa pasar yang cukup besar saat Huawei mengalami penurunan yang tajam,” kata IDC.

Kemudian, posisi lima diduduki oleh Amazon.com Inc dengan pangsa pasar 3,5 persen setelah mengirimkan 412.000 tablet pada kuartal kedua.

Secara keseluruhan, pasar tablet EMEA pada kuartal kedua adalah 11,8 juta unit, turun 1,7 persen dari tahun lalu.

Untuk paruh kedua tahun 2021, IDC memperkirakan pasar tablet EMEA akan mengirimkan 24,3 juta perangkat, turun 10,9 persen dari tahun sebelumnya. Sementara itu, pasar tablet EMEA sepanjang tahun 2021 juga diperkirakan menyusut 1,1 persen dari tahun sebelumnya.

“Penurunan terlihat karena permintaan mulai menunjukkan tanda-tanda pengurangan karena lockdown dicabut,” katanya. ***

Exit mobile version