Site icon BandungRaya

Library Cafe, Tampilan Unik Fasilitas Perpustakaan di SMP PCI

d3de2de2 0250 4650 9dc6 11f40a8c833a

Bandungraya.net – Baleendah | Perpustakaan sekolah merupakan salah satu penunjang bagi peningkatan skill dan wawasan bagi siswa, yang biasanya berada di satu ruangan dengan rak dan tumpukan buku buku lusuh dan tidak sedikit fasilitas tersebut terkadang berdebu serta Berada di sudut ruang sunyi.

Padahal bila kita lihat bahwa perpustakaan merupakan salah satu jantungnya ilmu dan Ia tidak boleh berada di sudut sepi.

Namun beda yang nampak di SMP Prima Cendekia Islami. Perpustakaan berada di ruang publik. Dengan Konsep perpustakaan outdoor, library cafe, dan jadi pojok literasi. Mudah diakses publik dan para siswa. Berada di ruang terbuka untuk membuka cakrawala dunia, seperti halnya pantau Bandungraya.net di SMP Prima Cendekia Islami Sabtu 11 September 2021.

Perpustakaan di sekolah ini dibagi menjadi dua ruang. Perpustakaan outdoor dengan koleksi dan tumpukan buku-buku umum, sedangkan perpustakaan di musholla nampak tumpukan rapih kitab-kitab dan buku buku keislaman. Musholla sekolah, selain tempat beribadah juga menjadi pusat aktivitas para siswa. Rasanya belum ada sekolah yang menempatkan perpustakaannya di musholla, hal tersebut diaampaikan Prof. Dr. Dadan Wildan, Ketua Yayasan Pendidikan Prima Cendekia Islami.

Menurutnya, berbagai Koleksi buku pelajaran siswa tersimpan di Library cafe untuk memudahkan para siswa membaca, mengerjakan tugas, dan berinteraksi dengan siswa lainnya, ujar Dia.

” Biasanya di perpustakaan pada umumnya, dilarang berisik, apalagi makan minum. Di perpustakaan ini, malah sebaliknya. Karena berkonsep library cafe, jadi baca buku bisa sambil makan makan, tutur Prof. Dadan penggagas Library Cafe ini “.

Diakuinya, bahwa hal tersebut Sengaja disuguhkan di perpustakaan SMP Prima Cendekia Islami ditempatkan di ruang terbuka, untuk memudahkan anak mengambil buku dan membacanya di ruang terbuka, dengan angin sepoy sepoy ucap Dadan sambil tertawa.

“Pihak yayasan juga berkomitmen untuk memenuhi semua fasilitas pembelajaran untuk prestasi belajar siswa yg lebih baik, tuturnya menegaskan,” imbuhnya.

Biasanya pihak yayasan pengelola sekolah swasta, tidak fokus ke perpustakaan. Kebanyakan fokus ke sarana bangunan. Bagi kami, sekali lagi perpustakaan itu jantungnya ilmu. Disitulah seharusnya diberikan perhatian yg lebih besar.

Hal lain yang digagas Kang Dadan di sekolah ini adalah menjadikan musholla sekaligus perpustakaan. Musholla itu harus menjadi ruang terbaik dari semua ruangan yang ada.

Saya ingin, membalikan kesan, di sekolah yg tidak ada mesjid, biasanya mushola di sekolah itu hanya ruang kecil yang terpinggirkan. Di sekolah ini, musholla bahkan merangkap dengan perpustakaan Islam, Tutur Prof. Dadan, yang menuangkan gagasan visioner.

Tegas Kang Dadan, saya ingin mushola menjadi ruang favorit yg menyenangkan. Saya ingin menunjukkan mushola itu miniatur dari peradaban islam, tuturnya menambahkan.

Di sekolah kami, dengan tanah yg sempit, kami tidak punya mesjid. Namun, satu ruang kelas kami dijadikan musholla. Ruang kelas itu disetting menjadi ruang terbuka. Di langit langitnya, dihiasi mural kaligrafi. Sisi kanannya, mural ka’bah di masjidilharam.

Disisi kiri disiapkan rak buku tempat kitab-kitab klasik dengan berbagai judulnya, plus buku buku islam kontemporer. Rasanya belum ada sekolah yang menerapkan konsep library cafe untuk perpustakaannya dan menjadikan musholla merangkap perpustakaan Islam, hanya ada di SMP Prima Cendekia Islami, pungkasnya sambil tersenyum.( BR. 01 )

Exit mobile version