Site icon BandungRaya

Bupati Bandung : Melalui Program P2WKSS Jadikan Desa Pasirmulya Bedas

WhatsApp Image 2021 11 25 at 16.55.12

Banjaran (BR).- Desa Pasirmulya, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung diverifikasi akhir Tim Program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS) Provinsi Jawa Barat.

Bupati Bandung, Dadang Supriatna menyampaikan, P2WKSS merupakan program yang strategis dalam rangka mengembangkan potensi sumberdaya manusia, sumber daya alam dan lingkungan, dengan motor penggerak kaum perempuan.

“Kegiatan ini juga selaras dengan program Pemkab Bandung, yakni program Sipaser Bedas (Sinergitas Pembangunan Responsif Gender). Nantinya, program ini akan memberikan pembekalan keterampilan bagi 100 kepala keluarga di Kabupaten Bandung, meliputi pembekalan bidang sosial, budaya, ekonomi, kesehatan, ekonomi dan pemberdayaan yang dibina oleh tim P2WKSS,” jelas bupati di sela kegiatan verifikasi, di Desa Pasirmulya, Kamis (25/11/2021).

Pada kesempatan itu, Dadang Supriatna mengapresiasi sekaligus berterimakasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

“Terima kasih kepada Tim Pembina P2WKSS Kabupaten Bandung, Pemerintah Kecamatan Banjaran, Pemerintah Desa Pasirmulya dan juga seluruh masyarakat yang telah berperan aktif dalam proses pembangunan di lokasi P2WKSS. Semoga pembangunan ini dapat kita pelihara dengan baik, agar terus berkembang menjadi kampung P2WKSS yang bedas,” harapnya.

Disamping itu, Dadang Supriatna juga mengungkapkan, Desa Pasirmulya akan menjadi desa wisata di Kabupaten Bandung.

“Rencananya, desa ini akan menjadi desa wisata. Karena masuk ke dalam salah satu dari seratus titik destinasi wisata yang akan diproses selama lima tahun kedepan,” ungkap bupati yang akrab disapa Kang DS itu.

Tak lupa, Kang DS mengajak masyarakat Desa Pasirmulya untuk ikut berpartisipasi dalam percepatan program vaksinasi pemerintah pusat. Pasalnya, hingga saat ini vaksinasi Kabupaten Bandung sudah mencapai 68 persen.

“Pasirmulya ini memang salah satu pedesaan yang mayoritas warganya berprofesi sebagai petani. Di mana aktivitasnya di pagi sampai siang hari. Oleh karenanya, insya Allah akan kita fasilitas vaksinasi di siang hari,” tutup orang nomor satu di Kabupaten Bandung itu. (BR.01)

Exit mobile version