BANDUNG (BR.NET).- Di tengah guyuran hujan dan dinginnya udara Pangalengan, ratusan kepala desa dan camat mengikuti Upacara Peringatan Hari Desa Nasional (HDN) 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Bandung. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Tanara, Desa Banjarsari, Kecamatan Pangalengan.
Peringatan Hari Desa Nasional tahun ini mengusung tema “Bangun Desa, Bangun Indonesia: Desa Terdepan untuk Indonesia”. Momentum ini menjadi ajang refleksi sekaligus penguatan komitmen untuk menjadikan desa sebagai subjek dan aktor utama pembangunan nasional.
Dalam sambutannya, Bupati Bandung H. Dadang Supriatna menegaskan bahwa desa memiliki peran strategis sebagai fondasi pembangunan, pusat pemberdayaan masyarakat, serta benteng pelestarian budaya lokal. Dari desalah lahir ketahanan pangan, sosial, budaya, serta kekuatan ekonomi kerakyatan yang menjadi kunci kesejahteraan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Bandung yang akrab disapa Kang DS menyampaikan bahwa peringatan HDN tahun ini dirangkaikan dengan program “Bunga Desa” (Bupati Ngamumule Desa).
“Program ini bukan sekadar sarana penyampaian kinerja pemerintah, melainkan wujud nyata kehadiran pemimpin di tengah masyarakat untuk menyerap aspirasi dan keluhan terkait pelayanan publik di tingkat desa maupun kecamatan,” ujarnya.
Sebagai bagian dari gerakan pelestarian lingkungan, Pemerintah Kabupaten Bandung juga meluncurkan program inovatif “Sapoci Kades” (Sepasang Pohon Cinta Kepala Desa). Melalui program ini, setiap kepala desa bersama istri diwajibkan menanam sepasang pohon di lingkungan kantor desa atau rumah masing-masing sebagai simbol keteladanan, tanggung jawab, dan kesetiaan pemimpin dalam menjaga kelestarian alam.
Dalam kesempatan yang sama, Kang DS juga memaparkan capaian Kabupaten Bandung yang kini telah bebas dari status desa tertinggal berdasarkan Indeks Desa (ID).
“Hingga saat ini, perkembangan desa di Kabupaten Bandung menunjukkan tren yang sangat positif. Tercatat terdapat 199 Desa Mandiri, 69 Desa Maju, dan 2 Desa Berkembang. Dengan capaian tersebut, saat ini tidak ada lagi desa berstatus tertinggal di Kabupaten Bandung,” ungkapnya.



