Saat meninjau langsung Dapur SPPG Margahayu Selatan 003, Wabup mengapresiasi fasilitas dan kebersihan dapur tersebut.
“Alhamdulillah, dari sisi fasilitas dan kebersihan sudah sangat baik. Bahkan ini termasuk dapur SPPG terbaik yang pernah saya temui. Namun yang terpenting adalah komitmen dan konsistensi dalam menjaga standar tersebut,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan para mitra dan pengelola dapur agar mengantisipasi potensi risiko keracunan makanan dengan menerapkan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat.
“Saya meminta agar tidak terjadi kasus keracunan seperti di daerah lain. SOP harus dibuat dan dijalankan dengan baik, baik yang bersumber dari pusat maupun inisiatif daerah, untuk meminimalisir risiko,” ujarnya.
Wabup Alie menambahkan bahwa secara umum pelaksanaan MBG di Kabupaten Bandung relatif aman, meskipun masih terdapat beberapa keluhan masyarakat yang perlu dijadikan bahan evaluasi.
“Kita harus terus melakukan koreksi dan perbaikan. Keluhan masyarakat harus ditanggapi sebagai masukan, termasuk yang berkaitan dengan regulasi,” katanya.
Selain meningkatkan gizi anak, keberadaan dapur MBG juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar, mulai dari juru masak, asisten dapur, petugas pengemasan, hingga pengemudi.
“Program MBG tidak hanya memberi makan anak-anak, tetapi juga menghidupi keluarga-keluarga melalui penciptaan lapangan kerja,” ucapnya.



