Pihaknya juga menggarisbawahi harapan agar nilai-nilai yang terkandung dalam Mahkota Binokasih Sanghyang Pake tetap dijaga sebagai pedoman moral kepemimpinan di tanah Sunda, yakni melindungi dan menyejahterakan rakyat.
“Bukan sebaliknya, menjadi simbol yang kehilangan makna karena digunakan dalam kegiatan yang dianggap tidak berpihak pada kondisi nyata masyarakat,” pungkas Ismat. (Ruslan Ependi/jay)



