Lebih jauh, ia menjadikan momentum Bakti Karya TNI ini sebagai sarana edukasi sosial kepada warga tentang pentingnya gotong royong, kepedulian, dan rasa memiliki terhadap desa.
“Gotong royong bukan hanya tradisi, tapi fondasi utama pembangunan desa. Kalau kita ingin Mekarwangi menjadi desa yang maju dan definitif, maka kesadaran kolektif ini harus dibangun mulai sekarang,” tambahnya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan kegiatan Bakti Karya TNI bukan sekadar proyek fisik, melainkan gerakan bersama dalam membangun karakter sosial yang kuat.
“Jangan sampai kita hanya bergerak ketika ada masalah. Mari kita bergerak sebelum itu terjadi. Desa ini milik kita bersama, dan masa depannya ditentukan oleh sejauh mana kita mau peduli dan terlibat,” tegas Dadang.
Rapat ini diharapkan menjadi titik balik dalam memperkuat sinergi antara pemerintah desa, aparat kewilayahan, dan masyarakat, agar Desa Persiapan Mekarwangi tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga benar-benar siap secara sosial untuk menjadi desa definitif yang mandiri dan berdaya, pungkasnya. ***



