
Kemudian awak media mendatangi SMPN 2 Pasirjambu untuk melakukan konfirmasi langsung kepada kepala sekolah yang bersangkutan.
Namun setibanya di sekolah tersebut, kepala sekolah juga tidak berada di tempat.
“Bapak lagi di SMPN 1 Rancabali,” ucap salah seorang pihak sekolah.
Situasi tersebut menimbulkan silang informasi terkait keberadaan kepala sekolah. Saat dikonfirmasi di SMPN 1 Rancabali, pihak sekolah menyebut kepala sekolah berada di SMPN 2 Pasirjambu, sementara di SMPN 2 Pasirjambu justru disampaikan bahwa yang bersangkutan berada di SMPN 1 Rancabali.
Selain melakukan konfirmasi, awak media juga melihat secara langsung kondisi sarana prasarana di SMPN 1 Rancabali. Beberapa bagian bangunan sekolah terlihat kurang terawat.
Di bagian depan sekolah misalnya, cat bangunan tampak kusam dan memudar. Selain itu, pada bagian atap plafon berbahan internit terlihat mengalami kebocoran di beberapa titik.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas penggunaan anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana yang telah dialokasikan oleh sekolah.



