Home / REGIONAL / Detail

BAZNas Sumedang Launcing Program Lumbung Pangan 

Pewarta Editor
Pewarta: GANDI Editor: BR.NET Jumat, 02 Oktober 2026 18:17 WIB
BAZNas Sumedang Launcing Program Lumbung Pangan 

BR.NET | Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sumedang melaunching Program Lumbung Pangan Baznas sekaligus menyerahkan bantuan secara simbolis kepada para penerima manfaat.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Baznas Kabupaten Sumedang tersebut dihadiri Direktur Pemberdayaan Baznas RI Agus Siswanto, Wakil Ketua Baznas Provinsi Jawa Barat, Ketua Baznas Kabupaten Sumedang H. Ayi Subhan Hafas, serta Asisten Daerah Administrasi Umum Setda Sumedang Rohana, Jumat, 02/09/2026.

Program Lumbung Pangan tersebut diarahkan pada pengembangan pertanian produktif melalui penanaman jagung di lahan garapan seluas sekitar 50 hektare dengan melibatkan 50 petani penerima manfaat.

Ketua Baznas Kabupaten Sumedang H. Ayi Subhan Hafas mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari upaya pemberdayaan mustahik sekaligus bentuk pemanfaatan dana umat yang dihimpun Baznas agar memberikan manfaat secara berkelanjutan.

"Program ini bukan hanya sekadar kegiatan, tetapi juga merupakan dakwah. Bagaimana kita memperlihatkan kepada muzaki bahwa dana umat bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk hal-hal yang bermanfaat," ujar Ayi.

Menurutnya, konsep program dilakukan secara berkelompok. Baznas akan memberikan intervensi dan pendampingan mulai dari kebutuhan petani, pupuk dan sarana pendukung lainnya hingga proses panen.

Baznas juga akan melakukan monitoring dari awal hingga akhir agar para petani dapat melanjutkan kegiatan penanaman pada musim berikutnya.

"Program ini tidak hanya sekali, tetapi berkesinambungan. Intinya bagaimana dari hasil pertanian ini seorang mustahik bisa berkembang menjadi lebih mandiri," katanya.

Sementara itu, Asisten Daerah Administrasi Umum Setda Sumedang Rohana saat menyampaikan sambutan Bupati Sumedang mengatakan, Program Lumbung Pangan Jagung menjadi bagian dari upaya pemberdayaan mustahik melalui sektor pertanian produktif.

Pemerintah Kabupaten Sumedang berharap para mustahik tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi dapat didorong menjadi pelaku usaha pertanian yang produktif, berkelompok dan berkelanjutan.

"Program ini semakin strategis karena didukung lahan garapan seluas 50 hektare. Kami berharap program ini tidak berhenti pada kegiatan menanam dan memanen, tetapi dapat membangun ekosistem usaha pertanian yang memberikan nilai ekonomi bagi penerima manfaat," kata Rohana.

Ekosistem tersebut, lanjutnya, perlu diperkuat melalui peningkatan kemampuan petani, produktivitas, pengelolaan kelompok, pemasaran hingga pengembangan usaha turunan.

Dengan demikian, lahan yang digarap diharapkan benar-benar dapat menjadi sumber pendapatan bagi keluarga penerima manfaat.

Direktur Pemberdayaan Baznas RI Agus Siswanto mengatakan, Program Lumbung Pangan sebelumnya telah dikembangkan di sejumlah daerah, termasuk Garut dan Sukabumi, dengan hasil yang dinilai memberikan manfaat bagi penerima program.

Menurut Agus, pengembangan program di Sumedang juga perlu didukung asesmen dan pendampingan yang baik terhadap 50 mustahik yang menjadi penerima manfaat.

"Kalau tidak didampingi, programnya tidak akan berhasil. Karena itu asesmen di awal menjadi penting, termasuk melihat motivasi dan kesiapan para mustahik," ujarnya.

Ia menambahkan, pengembangan Lumbung Pangan juga diharapkan dapat membentuk ekosistem pemberdayaan yang menghubungkan berbagai program Baznas, termasuk pertanian, peternakan dan program sosial lainnya.

Selain launching Program Lumbung Pangan, kegiatan tersebut juga diramaikan mini exhibition yang menampilkan berbagai program pemberdayaan Baznas.

Di antaranya UMKM binaan seperti pedagang surabi, coffee shop dan produk disabilitas, Baznas Tanggap Bencana, layanan kesehatan dan Aktif Baznas, layanan penghimpunan zakat, Z-Mart sebagai program penanggulangan kemiskinan, Lumbung Pangan Baznas, Balai Ternak serta Z-Auto.

Agus juga mengajak masyarakat dan aparatur pemerintah daerah untuk menunaikan zakat melalui Baznas. Menurutnya, dana zakat yang dihimpun dapat dikembangkan menjadi berbagai program pemberdayaan sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas.

Program Lumbung Pangan Baznas Sumedang diharapkan menjadi salah satu upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang peningkatan kemandirian ekonomi bagi para mustahik melalui sektor pertanian.

Sponsored Content

Dukung Jurnalisme Kami

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat, dukung independensi kami agar terus dapat menyajikan berita yang akurat dan terpercaya.

Tags:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar