BOJONGSOANG,
| Bertempat di Aula Desa Bojongsari, Sabtu (02/05/2026), Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Hidayah resmi menutup kegiatan Kuliah Praktek Pengabdian pada Masyarakat (KPPM). Kegiatan yang berkolaborasi dengan Yayasan Harmoni Cendikia ini mengusung visi besar: "Integrasi dan Literasi Islami serta Kemandirian Ekonomi Mewujudkan Desa Bojongsari Religius, Cerdas, dan Berdaya".
Acara penutupan ini menjadi panggung bagi *58 mahasiswa* yang terbagi dalam 4 kelompok dari berbagai program studi, yakni Ekonomi Syariah, PAI, PIAUD, PGMI, dan MPI. Masing-masing kelompok memaparkan hasil kerja nyata mereka selama mengabdi di tengah masyarakat.

Sentuhan Digital untuk UMKM dan Pendidikan
Penyelenggara kegiatan, Dr. Cecep Hidayat, MT., MM., memberikan apresiasi tinggi karena mahasiswa mampu berbaur secara inklusif. Selain mengajar di Madrasah, TK, PAUD, dan SD, mahasiswa juga aktif di Posyandu serta melakukan pendampingan ekonomi yang krusial.
"Mahasiswa membantu warga melalui penerbitan Sertifikat Halal dan NIB, hingga transformasi pengemasan produk UMKM. Bahkan, mereka mengajarkan teknik penjualan secara digital agar produk lokal Bojongsari bisa bersaing di pasar yang lebih luas," ujar Dr. Cecep.

Pengabdian sebagai Marwah Perguruan Tinggi
Bobang Noorisnan Pelita, M.Ag, Wakil Ketua Program Ekonomi dan Tarbiyyah Yayasan Harmoni Cendikia, menegaskan bahwa kesuksesan KPPM ini adalah wujud nyata Tridarma Perguruan Tinggi. Menurutnya, kolaborasi ini berhasil menjembatani teori akademik dengan kebutuhan praktis masyarakat desa.
Visi "Sarjana Desa" dari Pemerintah Setempat
Kepala Desa Bojongsari, *Asep Sunandar, S.Ap*, menyampaikan rasa terima kasihnya. Ia mengakui bahwa hasil observasi dan program mahasiswa sangat membantu pemerintah desa dalam menentukan arah kebijakan yang berbasis pada potensi SDM dan SDA yang ada.
Dalam kesempatan tersebut, Asep Sunandar juga melontarkan gagasan progresif untuk masa depan Bojongsari. "Kami merencanakan adanya program Sarjana Desa yang dibiayai oleh desa. Harapannya, mereka akan menjadi motor penggerak untuk membangun dan mengelola potensi desa secara profesional di masa depan," pungkasnya.
Penutupan KPPM ini diakhiri dengan suasana hangat dan penuh kekeluargaan, menandai babak baru kolaborasi antara akademisi, yayasan, dan pemerintah desa dalam membangun kemandirian lokal.***



