Home / PENDIDIKAN / Detail

Bernuansa Edukasi, Siswa SMP PCI Gelar Rihlah Ilmiah di Candi Borobudur

Foto Penulis | ASEP AWING • Jumat, 30 Januari 2026 13:25 WIB
Bernuansa Edukasi, Siswa SMP PCI Gelar Rihlah Ilmiah di Candi Borobudur

Yogyakarta (BR.NET).- SMP Prima Cendekia Islami (SMP PCI) Baleendah, Kabupaten Bandung, secara rutin melaksanakan kegiatan akademik bertajuk Rihlah Ilmiah, bukan study tour. Berbeda dengan kebanyakan sekolah yang mengagendakan study tour di akhir tahun pelajaran, SMP PCI melaksanakan rihlah ilmiah berdasarkan kalender akademik yang telah ditetapkan.

Kepala SMP PCI, Beni Saputro, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan rihlah ilmiah dikemas sebagai satu rangkaian akademik yang terstruktur.

“Kami mengemas rihlah ilmiah sebagai bagian dari kegiatan akademik, bukan piknik. Rihlah ilmiah merupakan kegiatan yang terencana, terprogram, dan berjenjang,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan rihlah ilmiah disusun secara bertahap sesuai jenjang kelas. Kelas VII mengikuti rihlah ilmiah dalam lingkup lokal dengan tujuan Jakarta, mengunjungi Gedung DPR/MPR, Kantor Sekretariat Negara, Museum Nasional, Monumen Nasional, hingga Masjid Istiqlal.

“Nuansa edukasinya sangat kental,” ujar Beni.

Sementara itu, untuk kelas VIII rihlah ilmiah dilakukan dalam lingkup nasional dengan tujuan Yogyakarta. Adapun kelas IX melaksanakan rihlah ilmiah dalam lingkup internasional ke Malaysia dan Singapura.

Agenda rihlah ilmiah tersebut telah disampaikan kepada orang tua siswa sejak awal masuk sekolah pada semester pertama kelas VII. Pada umumnya, orang tua menyepakati program ini dan hampir seluruh siswa selalu mengikutinya, kecuali untuk kegiatan ke luar negeri yang tidak diikuti seluruh siswa.

“Tahun 2026 ini, dua minggu lalu kelas IX telah melaksanakan rihlah ilmiah ke Singapura dan Malaysia. Saat ini giliran kelas VIII melaksanakan rihlah ilmiah ke Yogyakarta, mulai tanggal 26 hingga 30 Januari 2026,” tambah Beni Saputro.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP PCI, Lugie Firdaus Agusna, S.Pd., yang turut mendampingi siswa di Yogyakarta, menjelaskan bahwa pada hari pertama kegiatan diawali dengan kunjungan ke Akademi Militer dan SMA Taruna Nusantara di Magelang. Kegiatan hari pertama ditutup dengan wisata sejarah ke Candi Borobudur.

“Malam harinya, para siswa menyaksikan langsung Sendratari Ramayana di Purawisata Yogyakarta,” jelasnya.

Pada hari kedua, para siswa mengunjungi museum dan Istana Kepresidenan Gedung Agung Yogyakarta, dilanjutkan ke Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, serta ditutup dengan wisata sejarah ke Candi Prambanan.

Sementara itu, pada hari ketiga, para siswa diajak mengunjungi sentra industri bakpia di Bakpia Wong Keraton, Jalan HOS Cokroaminoto No. 149, Tegalrejo, Yogyakarta.

“Di tempat ini, siswa tidak hanya melihat proses pembuatan bakpia, tetapi juga mendapatkan pembelajaran langsung dan praktik pembuatan bakpia,” ujar Lugie.

Sebagai penutup kegiatan, para siswa mengikuti wisata off-road menggunakan jip di kawasan Pantai Parangtritis.

Selama tiga hari di Yogyakarta, para siswa mendapatkan pengalaman pembelajaran yang komprehensif, mulai dari edukasi, tradisi, hingga wisata sejarah. Kunjungan ke Akademi Militer dan SMA Taruna Nusantara bertujuan menambah wawasan akademik siswa, sementara kunjungan ke Candi Borobudur dan Candi Prambanan memperkenalkan sejarah peradaban masa lampau.

“Kami juga mengajak siswa ke Istana Kepresidenan dan Keraton Yogyakarta agar mereka mengenal lebih dekat sistem pemerintahan tradisional dan modern. Ditambah dengan kunjungan ke UMKM bakpia, siswa dikenalkan pada dunia usaha dan kuliner khas Yogyakarta,” jelas Lugie.

Menurutnya, konsep tersebut menjadikan rihlah ilmiah SMP PCI memiliki nilai edukasi yang kuat, didukung dengan fasilitas akomodasi berupa hotel berbintang yang nyaman.

“Inilah yang membedakan rihlah ilmiah di SMP PCI dengan study tour di sekolah lain,” pungkasnya. ***

Tags: SMP PCI
Bagikan:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar