Bandung, (
).— Keberhasilan BUMDes Jawara Desa Panyocokan, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung adalah bagian dari pengelolaan usaha desa yang terencana dan disiplin yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara signifikan.
Kepala Desa Panyocokan, Usep Komara, menegaskan bahwa capaian tersebut bukanlah hasil kebetulan. Ia menyebut, seluruh program dirancang melalui perencanaan matang dengan pengelolaan yang konsisten, sehingga mampu menghasilkan output yang terukur.
“Program ayam petelur kami jadikan sebagai langkah strategis untuk menggerakkan roda ekonomi desa. Ini bukan usaha coba-coba, tapi dirancang dengan perhitungan yang jelas,” ujarnya.
Dalam waktu relatif singkat, dari 1000 ekor ayam dapat menghasilkan rata rata 55 kg per-hari, atau 95 % produksi aktif. Kondisi ini menunjukkan bahwa sistem usaha yang dijalankan telah berjalan efektif dan sesuai dengan ekspektasi.
Tak hanya berhenti pada aspek produksi, Usep menekankan bahwa keberhasilan BUMDes juga diukur dari dampaknya terhadap masyarakat. Produksi telur yang dihasilkan saat ini mampu memenuhi kebutuhan pasar lokal, bahkan turut mendukung program Makan Bergizi Gratis.
Ia juga menilai pemanfaatan Dana Desa telah diarahkan secara tepat ke sektor produktif. Fokusnya adalah menciptakan perputaran ekonomi yang langsung dirasakan oleh masyarakat, bukan sekadar penggunaan anggaran tanpa dampak nyata.
Namun demikian, Usep mengakui masih ada tantangan serius yang dihadapi, terutama tingginya biaya pakan. Hal ini membuat margin keuntungan usaha menjadi sangat tipis dan berpotensi menghambat pengembangan usaha ke depan.
“Kalau kondisi ini dibiarkan, tentu akan berpengaruh pada keberlanjutan usaha. Karena itu kami sangat membutuhkan solusi konkret,” kata Usep kepada Bandungraya.Net, Sabtu (11/4/26).
Salah satu solusi yang didorong adalah adanya dukungan alat produksi pakan mandiri. Menurutnya, keberadaan alat tersebut akan sangat membantu dalam menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan efisiensi usaha.
Usep pun berharap Pemerintah Kabupaten Bandung melalui dinas terkait dapat segera merespons kebutuhan tersebut. Ia meyakini, bantuan alat produksi pakan akan menjadi kunci agar BUMDes Jawara dapat berkembang lebih kuat, mandiri, dan berkelanjutan.
Sementara itu, pengurus BUMDes Jawara, Dadang, menegaskan bahwa keberhasilan yang diraih saat ini tidak lepas dari peran aktif kepala desa dalam membina dan mengarahkan jalannya usaha.
“Keberhasilan BUMDes Jawara ini tidak terlepas dari peran serta kepala desa yang terus memberikan pembinaan, arahan, dan dukungan penuh kepada kami. Tanpa itu, sulit bagi kami menjaga konsistensi dan perkembangan usaha seperti sekarang,” ungkapnya.
Sinergi antara pemerintah desa dan BUMDes menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlangsungan serta arah pengembangan usaha agar tetap berjalan sesuai tujuan, pungkas Dadang. ***



