Bandung, (BR.NET).- Pemerintah Kabupaten Bandung memperingati Hari Desa Nasional Tahun 2026 dengan menggelar kegiatan Bunga Desa yang dipusatkan di Lapangan Desa Banjar Sari, Kecamatan Pangalengan, pada hari ini. Jumat (23/01/2025).
Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan motivasi serta penguatan kepada desa-desa, karena membangun desa sama artinya dengan membangun Indonesia.
Pemerintah daerah menegaskan bahwa desa merupakan pusat peradaban dan fondasi utama pembangunan nasional.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Bupati Bandung Dadang Supriatna yang disapa akrab Kang DS turun langsung ke Desa Banjar Sari untuk menyerap aspirasi masyarakat di wilayah Kecamatan Pangalengan dan sekitarnya.
Aspirasi yang dihimpun akan dijadikan bahan evaluasi sekaligus dasar penyusunan program pembangunan desa ke depan.
Selain dialog dan penyerapan aspirasi, kegiatan Bunga Desa juga dimeriahkan dengan gelar budaya lokal, yang menampilkan berbagai kesenian khas Kecamatan Pangalengan. Pada malam hari, acara akan dilanjutkan dengan pagelaran seni Wayang Golek sebagai bentuk pelestarian budaya Sunda.
Sebagai wujud kedekatan dengan masyarakat, Bupati Bandung dijadwalkan menginap di rumah warga kategori Desil 1. Keesokan harinya, kegiatan dilanjutkan dengan bedah rumah, olahraga bersama warga sejak pukul 06.00 WIB, serta peninjauan lingkungan desa.
Bupati Bandung menegaskan bahwa kegiatan Bunga Desa sengaja diagendakan untuk mengetahui secara langsung situasi dan kondisi riil di setiap desa, sehingga pemerintah dapat menentukan kebijakan yang tepat sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.
Mengingat Kecamatan Pangalengan merupakan salah satu daerah rawan banjir bandang, Bupati Bandung juga menginstruksikan program Sapoci Kades (Sepasang Pohon Cinta Kepala Desa).
Program ini mewajibkan setiap kepala desa menanam sepasang pohon atas nama suami dan istri, yang tidak hanya dilaksanakan di Pangalengan, tetapi diinstruksikan di seluruh desa se-Kabupaten Bandung, serta diikuti oleh seluruh perangkat desa.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Bandung juga menginstruksikan para kepala desa untuk mendukung keberadaan KDMP (Koperasi Desa Merah Putih) serta memastikan desa dapat menjadi pemasok bagi SPPG-SPPG di wilayah masing-masing.
Di Kabupaten Bandung, ditargetkan akan berdiri sekitar 400 SPPG. Dari total 375 SPPG yang telah dibangun, saat ini sekitar 280 SPPG sudah beroperasi dan melayani masyarakat penerima manfaat.
Program tersebut sejalan dengan kebijakan nasional melalui Program Makan Bergizi (MPG), yang bertujuan memberikan asupan gizi kepada siswa TK, SD, SMP, santri dan santriwati, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.
Selain meningkatkan kualitas gizi masyarakat, program MPG juga diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi desa.
Oleh karena itu, para kepala desa diinstruksikan untuk mengaktifkan keanggotaan koperasi, agar petani dan pelaku usaha lokal dapat bergabung dalam Koperasi Desa Merah Putih sekaligus menjadi penyerap (off-taker) hasil pertanian desa.***



