"Saat ini, kita sedang melakukan asesmen berapa jumlah rumah yang terdampak angin puting beliung. Termasuk rumah yang mengalami kerusakan akibat tanggul aliran sungai yang jebol di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Margahayu, Rancaekek dan Solokanjeruk," ungkapnya.
KDS menegaskan bahwa Pemkab Bandung tidak tinggal diam dalam penanganan rumah yang terdampak angin puting beliung.
"Kita kemarin dapat data itu di 63 rumah, langsung kita perbaiki. Rumah yang mengalami kerusakan dan tidak layak huni akibat angin puting beliung itu, maka masuk ke program rutilahu atau perbaikan rumah tidak layak huni. Kemudian rumah yang mengalami kerusakan menengah ke atas diberikan bantuan kebencanaan dengan anggaran yang kita siapkan sebesar Rp3 miliar untuk penanganan kebencanaan," katanya.
KDS juga berusaha untuk mengoptimalkan pemahaman bencana banjir di Kabupaten Bandung. Di antaranya melakukan pelaporan ke Balai Besar Wilayah Sungai Citarum atau BBWSC.
"Termasuk melakukan pelaporan ke Kementerian Pekerjaan Umum RI (PURI) dan Gubernur Jawa Barat," katanya.
Kemudian tanggul sungai yang jebol kemudian berdampak ke permukiman warga, kata KDS, lokasi yang bisa dijangkau oleh APBD, bisa langsung dikerjakan untuk dilakukan perbaikan.
"Tetapi untuk secara permanen harus ada intervensi dari pemerintah pusat untuk penahannya," katanya.**



