KAB. BANDUNG,
| Bupati Bandung, Dadang Supriatna atau yang akrab disapa KDS, menegaskan pentingnya kedisiplinan, evaluasi kinerja, sinergitas antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta langkah cepat dalam menghadapi ancaman kekeringan di Kabupaten Bandung.
Hal tersebut disampaikan KDS saat memberikan pengarahan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar di Desa Sukamulya, Kecamatan Kutawaringin, Jumat (21/8/2026).
Dalam rakor tersebut, KDS juga menyoroti dampak musim kemarau terhadap sektor pertanian. Ia menginstruksikan Dinas Pertanian dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) untuk bergerak cepat melakukan normalisasi saluran irigasi serta memetakan kebutuhan air di lahan pertanian.
Berdasarkan data Lahan Baku Sawah (LBS) Kabupaten Bandung seluas 27.800 hektare, sekitar 1.950 hektare di antaranya berada dalam kondisi waspada hingga terancam mengalami kekeringan.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bandung terus memperjuangkan dukungan anggaran untuk normalisasi Daerah Irigasi (DI), sekaligus memperkuat koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Kementerian Pertanian.
“Sisa waktu yang ada harus dimanfaatkan secepat mungkin. Saya minta Dinas PU dan Dinas Pertanian segera berkoordinasi dengan BBWS untuk pelaksanaan normalisasi DI dan skema pompanisasi. Potensi puluhan ribu hektare lahan sawah ini harus kita selamatkan agar produksi pangan tetap terjaga,” ujar KDS.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian penting dari upaya pemerintah daerah menjaga produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah di tengah kondisi kemarau.
Selain sektor pertanian, KDS memberikan perhatian terhadap evaluasi kedisiplinan dan kinerja aparatur pemerintah. Para kepala OPD dan jajaran pimpinan diminta rutin melakukan evaluasi, peningkatan kapasitas, serta pembinaan internal untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.



