BANDUNG,
| Jejak digital SMP Prima Cendekia Islami (PCI) sejak sekolah berdiri. Hasilnya cukup menarik: pemberitaan yang sering muncul tampaknya bukan fenomena sesaat, melainkan pola yang sudah terbentuk sejak tahun pertama sekolah beroperasi.
Peta jejak pemberitaan 2021–2026
Data resmi Kemendikdasmen mencatat SMP PCI berdiri berdasarkan SK tanggal 15 Januari 2021, NPSN 70007899. Sekarang sekolah berstatus terakreditasi A. Data semester 2025/2026 mencatat sekitar 293 siswa, 10 rombel, dan 19 guru dalam statistik sekolah.
Yang menarik, pada November 2021, ketika usia sekolah bahkan belum genap setahun, kegiatan MABIP sudah diberitakan media. Program itu menggabungkan pelantikan OSIS, kegiatan keagamaan, olahraga, cooking show, motivasi, sampai rihlah.
Pada 2022, pola tersebut berlanjut. MABIP dikembangkan menjadi bagian dari Pesantren Ramadan dengan kegiatan beberapa hari. Media menggambarkannya sebagai wahana pembentukan karakter religius siswa.
Memasuki 2023, program sekolah semakin mempunyai nama dan identitas sendiri. Ada Sekolah Alam, misalnya, yang dilaksanakan empat hari di Pangalengan dan dikemas dengan konsep menyerupai KKN mahasiswa. Pada tahun yang sama MABIP disebut sebagai salah satu program unggulan sekolah.
Tahun 2024 terlihat sebagai fase ketika variasi kegiatan dan jejaring eksternalnya semakin kuat. Ada PCI Serial Lecture yang ketika menghadirkan Astrie Ivo sudah disebut memasuki penyelenggaraan ke-18; Academic Camp kelas IX yang antara lain bekerja sama dengan Brain Academy dan mengajak siswa mempelajari Bosscha; Talent Camp bertema Know Yourself and Show Your Potential; dan PCI Election Day, yaitu pemilihan OSIS dan MPK yang dikemas menyerupai pesta demokrasi dengan e-voting.
Pada November 2024, jejaknya bahkan masuk kanal resmi pemerintah pusat ketika lebih dari 80 siswa SMP PCI diterima Kemensetneg dalam rangkaian Rihlah Ilmiah. Kemensetneg menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan pembelajaran di luar kelas untuk mengenalkan siswa pada tugas dan fungsi lembaga pemerintah.



