Home / REGIONAL / Detail

Dari PACIRA untuk Bandung BEDAS : dr. Reymond Sirait Mengabdi demi Kesehatan dan IPM yang Lebih Bermartabat

Foto Penulis Pewarta | HERI • Senin, 02 Februari 2026 16:55 WIB
Dari PACIRA untuk Bandung BEDAS : dr. Reymond Sirait Mengabdi demi Kesehatan dan IPM yang Lebih Bermartabat

Ciwidey, (BR.NET).- Di balik berdirinya RSUD BEDAS PACIRA, tersimpan harapan besar akan hadirnya pelayanan kesehatan yang tidak sekadar menyembuhkan penyakit, tetapi juga mengangkat martabat hidup masyarakat. Harapan itu tercermin dari komitmen Direktur RSUD BEDAS PACIRA, dr. Reymond Pangihutan Sirait, M.KP., M.MRS, yang menempatkan kesehatan sebagai fondasi utama peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bandung.

Bagi dr. Reymond, rumah sakit bukan hanya bangunan dan alat medis, melainkan ruang pengabdian. “Ketika masyarakat sehat, anak-anak bisa belajar dengan baik, orang tua bisa bekerja dengan tenang, dan kualitas hidup meningkat. Di situlah IPM bergerak naik secara nyata,” ujarnya dengan penuh keyakinan, Senin (02/02/2026).

RSUD BEDAS PACIRA hadir menjawab kebutuhan dasar masyarakat di wilayah Pasirjambu, Ciwidey, dan Rancabali, kawasan yang selama ini harus menempuh jarak jauh demi mendapatkan layanan kesehatan rujukan. Kini, akses itu semakin dekat, manusiawi, dan terjangkau. Bahkan, sebagai langkah awal, RSUD BEDAS PACIRA membuka pelayanan kesehatan gratis selama 14 hari, sebuah kebijakan yang sarat makna sosial.

“Kesehatan tidak boleh menjadi beban. Ia adalah hak dasar. Ketika masyarakat kecil tidak lagi takut berobat karena biaya, di situlah pembangunan manusia dimulai,” tutur dr. Reymond.

Komitmen peningkatan IPM tersebut diwujudkan melalui pelayanan yang menyeluruh. RSUD BEDAS PACIRA melayani rawat jalan, rawat inap, serta IGD 24 jam, didukung poliklinik spesialis penyakit dalam, anak, bedah, obgyn, gigi, hingga medical check up. Semua dirancang untuk memastikan masyarakat mendapatkan layanan berkualitas tanpa harus meninggalkan wilayahnya.

Sejalan dengan visi Bandung BEDAS yang diusung Bupati Bandung H. Dadang Supriatna, RSUD BEDAS PACIRA juga menjalankan program cek kesehatan gratis bagi masyarakat. Upaya promotif dan preventif ini diyakini menjadi kunci menekan angka kesakitan sekaligus meningkatkan usia harapan hidup, salah satu indikator utama IPM.

Di balik layanan tersebut, berdiri 79 tenaga kesehatan dan pendukung, termasuk dokter-dokter spesialis, yang menjadi wajah pengabdian di garis terdepan. Bagi dr. Reymond, penguatan SDM adalah investasi jangka panjang. “IPM tidak mungkin naik tanpa SDM kesehatan yang berdaya, berempati, dan terus berkembang,” katanya.

Lebih jauh, RSUD BEDAS PACIRA juga menatap masa depan dengan gagasan hospital tourism, sebuah konsep yang mengintegrasikan layanan kesehatan dengan potensi pariwisata PACIRA. Inovasi ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga membuka peluang ekonomi, lapangan kerja, serta kolaborasi lintas sektor yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

“Kami ingin rumah sakit ini tidak hanya menjadi tempat berobat, tetapi juga bagian dari ekosistem pembangunan manusia. Sehat jasmani, kuat ekonomi, dan bermartabat secara sosial,” ungkap dr. Reymond.

Dengan semangat pengabdian dan keberpihakan pada masyarakat, RSUD BEDAS PACIRA perlahan menegaskan perannya sebagai simpul penting peningkatan IPM Kabupaten Bandung. Dari PACIRA, ikhtiar menuju Bandung yang lebih BEDAS, sehat, dan manusiawi terus dirajut setapak demi setapak, melayani dengan hati, menuju kabupaten Bandung yang lebih BEDAS, berkelanjutan, maju menuju indonesia emas 2024, pungkasnya. ***

Dukung Jurnalisme Kami

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat, dukung independensi kami agar terus dapat menyajikan berita yang akurat dan terpercaya.

Tags:
Bagikan:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar