“Sertifikasi guru diterima utuh sesuai ketentuan, sekitar Rp5,7 juta setelah dipotong pajak, dan dibayarkan melalui Bank BJB Paseh,” jelas Andry.
Ia mengakui, terdapat kasus individu, seperti Kepala Perpustakaan, yang merasa jam mengajarnya hanya 12 jam sehingga secara sukarela memberikan kontribusi untuk pengadaan buku perpustakaan.
“Saya mulai bertugas di sini sejak Juli 2024. Di Sumedang, proses mendapatkan sertifikasi guru relatif dipermudah. Dari 24 guru, terdapat 7 guru yang sudah bersertifikat PPG dan 8 guru lulus PPG, ditambah 6 karyawan, sehingga total ada 30 orang yang tercatat di MBG,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (26/1/2026).
Ia menambahkan, pihak yayasan terus mendorong agar seluruh guru bersertifikasi memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) serta terdaftar dalam Guru Terpadu Indonesia (GTI). Untuk gelombang ketiga, proses pengajuan NUPTK masih terus didorong.
Terkait pembiayaan PPDB, Andry menyebutkan adanya kendala anggaran. “Kami memang harus menyiapkan biaya promosi, termasuk memberikan ucapan terima kasih kepada sekolah-sekolah SMP yang mengirimkan siswanya ke sini. Pada tahun 2025 saja, jumlah peserta PPDB mencapai 108 siswa, sehingga total siswa saat ini sebanyak 289 orang,” pungkasnya. ***



