Bandung, BR Net | Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 di SMPN 1 Rancabali tidak hanya difokuskan pada pengenalan lingkungan sekolah, tetapi menjadi langkah awal membentuk karakter peserta didik yang berbudaya, berakhlak, dan peduli terhadap lingkungan sosial.
Di bawah kepemimpinan Kepala SMPN 1 Rancabali, Dikdik Ahmad Sodikin, sekolah menempatkan pendidikan karakter sebagai fondasi utama sebelum peserta didik memasuki proses pembelajaran. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari prestasi akademik semata, tetapi juga dari lahirnya generasi yang memiliki etika, disiplin, serta kecintaan terhadap budaya bangsa.
Salah satu ciri khas MPLS Ramah di SMPN 1 Rancabali adalah pengenalan seni dan budaya Sunda. Melalui kegiatan tersebut, siswa baru diperkenalkan berbagai alat musik tradisional, mulai dari nama, fungsi, sejarah, hingga praktik langsung cara memainkannya bersama pembina ekstrakurikuler seni budaya.

"Kami ingin peserta didik mengenal dan mencintai budaya Sunda sejak dini. Budaya merupakan identitas yang harus dijaga. Melalui seni tradisional, siswa belajar menghargai warisan leluhur sekaligus membangun sikap disiplin, kebersamaan, dan rasa tanggung jawab," ujar Dikdik Ahmad Sodikin, Kamis 16 Juli 2026.
Ia menilai pelestarian budaya di lingkungan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun karakter generasi muda di tengah derasnya pengaruh globalisasi. Karena itu, SMPN 1 Rancabali terus menjadikan seni budaya sebagai salah satu kekuatan dan identitas sekolah.
Tidak hanya itu, SMPN 1 Rancabali juga memberikan perhatian serius terhadap upaya pencegahan bullying, penyalahgunaan narkotika, dan berbagai bentuk kenakalan remaja. Edukasi tersebut diberikan sejak hari pertama MPLS melalui kerja sama dengan Kepolisian, TNI, serta melibatkan orang tua sebagai mitra utama dalam mendidik anak.
Menurut Dikdik, pembentukan karakter tidak bisa dibebankan hanya kepada sekolah. Sinergi antara sekolah, keluarga, dan aparat menjadi kunci agar peserta didik tumbuh dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan maupun penyalahgunaan narkoba.
"Kami ingin seluruh peserta didik memahami bahwa sekolah adalah rumah kedua yang harus menghadirkan rasa aman bagi semua. Tidak boleh ada bullying, tidak boleh ada narkoba, dan tidak boleh ada perilaku yang merugikan masa depan mereka. Karena itu kami membangun kolaborasi dengan berbagai pihak agar pendidikan karakter benar-benar berjalan optimal," tegasnya.
Di bawah kepemimpinan Dikdik Ahmad Sodikin, SMPN 1 Rancabali terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang seimbang antara akademik, pembentukan karakter, dan pelestarian budaya lokal. Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkepribadian luhur, berbudaya, serta siap menghadapi tantangan masa depan.
"Harapan kami, setiap peserta didik yang belajar di SMPN 1 Rancabali tumbuh menjadi generasi yang berprestasi, berkarakter, mencintai budaya daerah, serta mampu menjadi teladan di lingkungan keluarga maupun masyarakat," pungkas Dikdik Ahmad Sodikin.***



