Home / PENDIDIKAN / Detail

Dodi Akhadi: Potensi Siswa SMPN 1 Banjaran Mampu Bersaing hingga Tingkat Dunia, Namun Terkendala Sarana

Pewarta Editor
Pewarta: HERI Editor: BR.NET Jumat, 17 Juli 2026 05:45 WIB
Dodi Akhadi: Potensi Siswa SMPN 1 Banjaran Mampu Bersaing hingga Tingkat Dunia, Namun Terkendala Sarana

Bandung, BR.NET | SMPN 1 Banjaran resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 yang berlangsung pada 13–18 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi awal pembentukan karakter peserta didik melalui pendekatan yang humanis, tanpa perpeloncoan maupun senioritas.

Kepala SMPN 1 Banjaran, Dodi Akhadi, menegaskan bahwa seluruh rangkaian MPLS mengacu pada Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan.

"Kami ingin sekolah menjadi rumah kedua yang aman dan menyenangkan. MPLS Ramah menjadi awal membangun karakter siswa yang religius, disiplin, jujur, mandiri, serta bebas dari bullying," ujar Dodi.

Selama enam hari, para siswa baru mendapatkan pembekalan pendidikan karakter, literasi digital, pencegahan NAPZA, anti-perundungan, hingga mitigasi bencana. Kegiatan ditutup dengan deklarasi bersama seluruh warga sekolah untuk menolak segala bentuk kekerasan dan perundungan.

Di balik semangat membangun karakter, Dodi mengungkapkan SMPN 1 Banjaran juga memiliki rekam jejak prestasi yang membanggakan. Menurutnya, jika potensi peserta didik digali dan dibina secara serius, mereka mampu bersaing hingga tingkat internasional.

"Alhamdulillah, banyak siswa kami yang berhasil meraih prestasi. Bahkan ada yang pernah mengikuti kejuaraan di Belanda, ada juga yang mengikuti Jambore Dunia. Saat ini pun ada siswa yang sedang mengikuti lomba tingkat nasional. Selain itu, kami memiliki atlet sepatu roda juara tingkat provinsi, sementara di tingkat Kabupaten Bandung hampir seluruh cabang ekstrakurikuler berhasil menorehkan prestasi," jelas Dodi kepada Bandungraya.Net, Jum'at 17 Juli 2026.

Meski demikian, Dodi mengakui pembinaan prestasi masih menghadapi kendala besar, yakni keterbatasan lahan dan fasilitas sekolah. Dengan jumlah 1.318 siswa dan 59 guru, ruang yang tersedia dinilai sudah tidak lagi memadai untuk mendukung pengembangan potensi peserta didik.

"Kelemahan kami bukan pada kualitas siswanya, tetapi pada keterbatasan sarana. Lahan sekolah sangat sempit sehingga pembinaan banyak menggunakan fasilitas di luar sekolah. Kondisi ini tentu menjadi tantangan bagi kami," katanya.

Karena itu, Dodi berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat memberikan perhatian lebih terhadap kebutuhan sarana pendidikan di SMPN 1 Banjaran, terutama melalui percepatan proses relokasi sekolah.

"Kami berharap Pemerintah Kabupaten Bandung, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, hingga pemerintah pusat dapat membantu penyediaan fasilitas yang lebih memadai. Yang paling kami harapkan adalah percepatan relokasi sekolah. Jika relokasi dapat segera terealisasi, kami akan lebih leluasa mengembangkan prestasi peserta didik dan memberikan pelayanan pendidikan yang maksimal sesuai standar yang diharapkan," pungkas Dodi Akhadi.

Sponsored Content

Dukung Jurnalisme Kami

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat, dukung independensi kami agar terus dapat menyajikan berita yang akurat dan terpercaya.

Tags:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar