BANDUNG,
| Komitmen menjaga lingkungan dan menekan volume sampah terus digaungkan di lingkungan pemerintahan Kabupaten Bandung.
Begitu pula dengan yang dilakukan Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Hj. Renie Rahayu Fauzi, dirinya menghimbau seluruh jajaran anggota DPRD beserta fraksi untuk aktif menerapkan strategi Zero Waste (Nol Sampah) dan Zero Food Waste pada tahun 2026.
Langkah tersebut merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program Pemerintah Kabupaten Bandung dalam menciptakan budaya peduli lingkungan yang dimulai dari lingkungan pemerintahan.
Menurutnya, perubahan besar tidak selalu harus dimulai dengan langkah besar, melainkan melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
“Saya tekankan kepada seluruh anggota DPRD agar membawa tempat makan dan tempat minum sendiri atau tumbler, guna meminimalisir tumpukan sampah anorganik berupa botol plastik maupun plastik bekas pembungkus makanan,” tegas Ketua DPRD Kab. Bandung Hj. Renie.
Ia menilai, kebiasaan penggunaan botol plastik sekali pakai dan kemasan makanan instan di lingkungan kantor selama ini menjadi salah satu penyumbang meningkatnya volume sampah anorganik. Karena itu, DPRD Kabupaten Bandung diharapkan mampu menjadi contoh nyata dalam membangun budaya ramah lingkungan.
“Saya juga menghimbau agar seluruh ruangan Fraksi, Komisi, serta unsur pimpinan DPRD Kabupaten Bandung agar menyediakan dispenser beserta gelas guna mengurangi penggunaan air minum dalam kemasan sekali pakai. Langkah sederhana ini merupakan bagian dari komitmen nyata dalam mendukung program Zero Waste dan membangun budaya peduli lingkungan di lingkungan DPRD Kabupaten Bandung," tegasnya
Renie juga berharap strategi ini supaya di terapkan seluruh ruangan OPD di lingkungan perkantoran pemerintah kabupaten Bandung, imbuh Renie.



