Tak hanya persoalan sampah plastik, Renie juga menyoroti pentingnya pengendalian limbah makanan atau food waste yang kerap dianggap sepele. Menurutnya, masih banyak makanan yang terbuang percuma dalam berbagai kegiatan rapat maupun acara seremonial pemerintahan. Padahal, di sisi lain masih banyak masyarakat yang membutuhkan.
Gerakan Zero Food Waste yang didorong DPRD Kabupaten Bandung diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran baru bahwa makanan bukan sekadar konsumsi, melainkan bentuk rasa syukur yang harus dihargai dan dimanfaatkan sebaik mungkin, Tuturnya.
Renie menegaskan, persoalan sampah saat ini telah menjadi isu serius yang membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, bukan hanya pemerintah. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mulai mengubah pola hidup konsumtif menjadi lebih bijak dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.
“Lingkungan yang bersih bukan diwariskan oleh kata-kata, tetapi oleh kebiasaan dan keteladanan. Jika hari ini kita mampu menghargai makanan, mengurangi sampah, dan menjaga bumi dengan tindakan kecil, maka sesungguhnya kita sedang menyiapkan masa depan yang lebih baik bagi anak cucu kita nanti,” pungkas Renie Rahayu Fauzi. ***



