, INDRAMAYU | Minat masyarakat Kabupaten Indramayu untuk bekerja ke luar negeri masih tergolong tinggi. Hal itu terlihat dari aktivitas pelayanan dokumen bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang mencapai puluhan orang setiap kali layanan pasporan dibuka.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Indramayu melalui Sudiryo, S.IP, petugas sekaligus pejabat fungsional pada Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) Bidang Penempatan Tenaga Kerja, mengatakan layanan pasporan yang digelar setiap Selasa dan Kamis rata-rata melayani sekitar 50 hingga 60 orang.
"Kalau pasporan itu Selasa dan Kamis, sekitar 50 sampai 60 orang," kata Sudiryo. Selasa, (01/09).
Puluhan calon PMI tersebut nantinya akan ditempatkan di sejumlah negara kawasan Asia. Beberapa negara yang menjadi tujuan antara lain Hong Kong, Taiwan, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura.
Sebagian calon pekerja akan mengisi sektor formal seperti manufaktur atau pekerjaan di perusahaan, sementara lainnya masuk sektor informal, termasuk pekerjaan rumah tangga dan pengasuhan.
Menurut Sudiryo, tingginya aktivitas pengurusan dokumen tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa peluang kerja di luar negeri masih menarik bagi masyarakat Indramayu.
Calon PMI diminta memastikan kelengkapan dokumen, mengetahui negara tujuan serta jenis pekerjaan yang akan dijalani, dan menggunakan perusahaan penempatan yang memiliki izin resmi.
Langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko keberangkatan nonprosedural sekaligus memastikan pekerja memperoleh perlindungan sesuai ketentuan selama berada di negara penempatan.
Dengan layanan yang berlangsung secara rutin, pemerintah berharap masyarakat dapat memperoleh akses informasi dan pelayanan yang benar sebelum memutuskan bekerja di luar negeri. ***



