BANDUNG,
| Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) berkolaborasi dengan Museum Pendidikan Nasional UPI menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) sebagai bagian dari pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Kegiatan yang didanai oleh UPI tersebut berlangsung pada Senin, 3 Agustus 2026, di Gedung Museum Pendidikan Nasional UPI, Bandung.
FGD mempertemukan akademisi, pengelola museum, praktisi media, dan pendidik untuk mematangkan konsep Program Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Kepakaran Bidang Ilmu bertajuk "Museum Goes to School: Optimalisasi Koleksi Museum sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMP Prima Cendekia Islami."
Program ini dirancang sebagai inovasi pembelajaran yang menghadirkan pengalaman museum langsung ke lingkungan sekolah. Melalui pendekatan tersebut, siswa diharapkan dapat lebih mengenal, mengapresiasi, dan memahami sejarah pendidikan Indonesia tanpa harus berkunjung ke museum.
FGD menghadirkan empat narasumber, yaitu Prof. Dr. Dadan Wildan, M.Hum. (Ketua Tim PKM Pendidikan Sejarah FPIPS UPI), Prof. Dr. Leli Yulifar, M.Pd. (Kepala Museum Pendidikan Nasional UPI), Beni Saputro, S.Pd., M.Pd. (Kepala SMP Prima Cendekia Islami), dan Billi Muhammad (Founder Rumah Media Indonesia).
Dalam pemaparannya, Ketua Tim PKM, Prof. Dr. Dadan Wildan, M.Hum., menegaskan bahwa program ini lahir dari kebutuhan untuk menghadirkan pembelajaran sejarah yang lebih dekat dengan kehidupan siswa.
"Selama ini terdapat kesenjangan logistik dan psikologis antara siswa dan museum. Melalui program pengabdian kepada masyarakat ini, kami menghadirkan Museum Goes to School sebagai solusi. Kami membawa fragmen sejarah dari museum ke sekolah agar pengalaman belajar sejarah dapat dirasakan langsung oleh siswa di lingkungan belajarnya," ujarnya.
Program PKM ini dikemas secara komprehensif, mulai dari penyusunan materi pameran tematik, penyajian artefak portabel, hingga penerapan metode pembelajaran interaktif. Pendekatan tersebut bertujuan mengubah pandangan bahwa museum merupakan tempat yang kuno dan membosankan menjadi ruang belajar yang dinamis, komunikatif, menyenangkan, serta relevan dengan karakteristik generasi Z dan Alpha.
Sementara itu, Kepala Museum Pendidikan Nasional UPI, Prof. Dr. Leli Yulifar, M.Pd., menjelaskan bahwa program ini merupakan implementasi fungsi museum sebagai laboratorium edukasi publik.



