Home / PENDIDIKAN / Detail

FPIPS UPI Gelar Bedah Buku “Jakarta 1998”, Dalami Sejarah Reformasi

Pewarta Editor
Pewarta: ASEP AWING Editor: BR.NET Selasa, 08 September 2026 09:33 WIB
FPIPS UPI Gelar Bedah Buku “Jakarta 1998”, Dalami Sejarah Reformasi

BR.NET | Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar bedah buku Jakarta 1998: Dari Soeharto ke Habibie, Krisis Ekonomi, Tragedi Trisakti, dan Jatuhnya Orde Baru karya Prof. Dr. Dadan Wildan, M.Hum. dan Siti Komariah, M.Si., Ph.D. Kegiatan berlangsung di Gedung Nu’man Soemantri FPIPS UPI, Senin (7/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Prof. Atip Latipulhayat, S.H., LL.M., Ph.D.; Rektor UPI Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A.; Dekan FPIPS UPI Prof. Dr. Cecep Darmawan, S.Pd., M.Si.; serta ratusan mahasiswa FPIPS UPI.

Dalam kegiatan ini, kedua penulis hadir sebagai narasumber. Sementara itu, Prof. Dr. Nana Supriatna, M.Ed. dan Prof. Dr. Elly Malihah, M.Si. bertindak sebagai pembedah yang memberikan perspektif kritis terhadap isi dan konteks sejarah yang diangkat dalam buku.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Prof. Atip Latipulhayat menyambut positif penerbitan buku yang mengangkat salah satu fase penting dalam perjalanan sejarah Indonesia tersebut. Ia juga membagikan pengalaman pribadi mengenai situasi yang dihadapinya pada 1998.

“Peristiwa 1998 merupakan bagian penting dari perjalanan bangsa yang perlu terus dipelajari oleh generasi muda. Kehadiran buku ini menjadi salah satu upaya untuk menjaga ingatan sejarah sekaligus menjadi bahan pembelajaran bagi generasi sekarang,” ungkapnya.

Apresiasi terhadap karya tersebut juga disampaikan Rektor UPI Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A. Menurutnya, penerbitan buku oleh dua akademisi UPI tersebut menunjukkan pentingnya peran dosen dalam menghasilkan karya yang tidak hanya berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga dapat diakses dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

“Kami terus mendorong para dosen UPI untuk menghasilkan karya-karya akademik yang berkualitas. Buku merupakan salah satu bentuk kontribusi akademisi dalam mendiseminasikan pengetahuan kepada masyarakat,” ujar Rektor.

Sementara itu, Dekan FPIPS UPI Prof. Dr. Cecep Darmawan, S.Pd., M.Si. mengajak mahasiswa memanfaatkan kegiatan bedah buku tersebut sebagai ruang untuk memperluas sekaligus memperdalam pemahaman mengenai sejarah Reformasi 1998.

“Mahasiswa perlu membaca sejarah secara utuh dan kritis. Reformasi 1998 merupakan peristiwa penting yang memberikan banyak pelajaran tentang dinamika sosial, politik, ekonomi, dan kehidupan kebangsaan Indonesia,” katanya.

Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Dadan Wildan, M.Hum. dan Siti Komariah, M.Si., Ph.D. menguraikan berbagai rangkaian peristiwa yang menjadi fokus buku, mulai dari krisis ekonomi, demonstrasi dan gerakan mahasiswa, Tragedi Trisakti, hingga dinamika politik yang pada akhirnya mengantarkan Soeharto menyatakan berhenti sebagai Presiden Republik Indonesia pada 21 Mei 1998 dan dilanjutkan dengan peralihan kepemimpinan nasional kepada B.J. Habibie.

Buku tersebut menggambarkan Reformasi 1998 bukan sebagai sebuah peristiwa yang berdiri sendiri, melainkan sebagai rangkaian dinamika ekonomi, sosial, dan politik yang saling berkaitan. Berbagai perkembangan tersebut kemudian membawa Indonesia memasuki fase baru dalam perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam sesi pembedahan, Prof. Dr. Nana Supriatna, M.Ed. dan Prof. Dr. Elly Malihah, M.Si. mendorong mahasiswa untuk mengkaji berbagai peristiwa sepanjang 1998 melalui beragam perspektif. Mahasiswa tidak hanya diharapkan mampu memahami kronologi peristiwa, tetapi juga dapat membaca konteks, melihat keterkaitan antarkeadaan, serta mengambil pelajaran dari perjalanan sejarah tersebut.

Melalui kegiatan bedah buku ini, FPIPS UPI terus memperkuat ruang akademik yang mendorong mahasiswa untuk meningkatkan literasi sejarah dan mengembangkan daya kritis. Reformasi 1998 dihadirkan tidak sekadar sebagai catatan masa lalu, tetapi sebagai bagian penting dari perjalanan bangsa yang perlu dipahami secara utuh dan reflektif oleh generasi masa kini. ***

Sponsored Content

Dukung Jurnalisme Kami

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat, dukung independensi kami agar terus dapat menyajikan berita yang akurat dan terpercaya.

Tags:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar