Home / PENDIDIKAN / Detail

FTBI Tingkat Kecamatan Kadipaten Digelar, Diikuti Sekitar 200 Peserta

Pewarta Editor
Pewarta: ODENG Editor: HERI Kamis, 27 Agustus 2026 11:46 WIB
FTBI Tingkat Kecamatan Kadipaten Digelar, Diikuti Sekitar 200 Peserta

Kab. Tasikmalaya, BR.NET  | Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, dilaksanakan pada Kamis, 27 Agustus 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung PGRI Pengurus Cabang Kecamatan Kadipaten dan SD Pamoyanan 1.

Dalam kegiatan tersebut hadir Pengawas Sekolah, Ketua PGRI, para kepala sekolah, guru pendamping, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Ketua Panitia Pelaksana FTBI Kecamatan Kadipaten, Sri Handayani, S.Pd.I., mengatakan kegiatan tersebut diikuti kurang lebih 200 peserta yang terdiri dari wanoja dan jajaka dari 20 sekolah dasar (SD).

“FTBI tahun ini mempertandingkan tujuh mata lomba, yaitu pupuh, sajak, dongeng, carpon, borangan, biantara, dan aksun. Pelaksanaannya dibagi di dua tempat, yakni SD Pamoyanan 1 dan Gedung PGRI,” ujar Sri Handayani.

Menurutnya, kegiatan FTBI diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri para peserta sekaligus menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk turut mengembangkan kemampuan dalam bidang bahasa dan budaya Sunda.

“Kami berharap anak-anak yang mengikuti lomba ini ke depannya semakin percaya diri dan dapat menjadi motivasi bagi teman-temannya. Siswa yang menjadi juara di tingkat kecamatan nantinya dapat mengikuti FTBI tingkat kabupaten dan meraih prestasi, sesuai harapan kita semua,” paparnya.

Sementara itu, Pengawas Sekolah, Ristiany, S.Pd., mengapresiasi para kepala sekolah dan guru yang terlibat dalam kepanitiaan sehingga kegiatan FTBI dapat terselenggara dengan sukses, tertib, dan terorganisir dengan baik, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan.

Dikatakan Ristiany, kegiatan FTBI merupakan salah satu program pemerintah melalui Dinas Pendidikan yang bertujuan menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air, bahasa, serta melestarikan budaya daerah.

“Sejak dini, siswa perlu memahami dan menguasai berbagai bahasa, baik bahasa Inggris, bahasa Indonesia, maupun bahasa Sunda. Hal ini penting agar bahasa Sunda tidak hilang dan kita tetap dapat mempertahankan budaya serta kebudayaan yang kita miliki,” pungkasnya. ***

Sponsored Content

Dukung Jurnalisme Kami

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat, dukung independensi kami agar terus dapat menyajikan berita yang akurat dan terpercaya.

Tags:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar