Ciwidey (BR.NET).— Dunia pendidikan kembali tercoreng. Dugaan praktik intimidasi yang terjadi di SMPN 1 Ciwidey kini memantik kemarahan publik. Musyawarah yang digelar Rabu (15/4/2026), yang seharusnya menjadi ruang mencari solusi, justru berubah menjadi panggung tekanan terhadap orangtua siswa.
Dalam pertemuan yang dihadiri oleh guru, diantara:
Oom Mariyah ( Wakasek Kurikulum)
Resti Delfia ( Koordinator BK)
Sulastri Matiyatis (Stap Kurikulum)
Hj.Reni Kurniasih (wali kelas VIIII C)
Rima Sapitri (Guru BK)
akan tetapi diantara ke- 5 orang guru tersebut , salah satu oknum guru secara terang-terangan melontarkan pernyataan yang dinilai melecehkan hak siswa. Ia menyebut siswa (Rizky Maulana) kelas IX. C, yang bolos tanpa alasan tidak akan bisa mengikuti ujian susulan. Lebih jauh lagi, guru tersebut mengatakan kepada orangtua siswa (Farida), mengeluhkan bahwa pengajuan ujian susulan tidak ada “upahnya” dan menyamakannya dengan proses rumit “seperti mengusulkan 450 siswa sekaligus” meski hanya untuk satu orang.



