BANDUNG,
| Anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dapil I, Hadiat, melaksanakan kegiatan penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2023 tentang Kesehatan Ibu dan Anak. Kegiatan yang berlangsung di Rumah Makan Sadoe, Selasa (2/6/2026), tersebut dihadiri oleh tokoh masyarakat, kader kesehatan, perempuan, serta berbagai elemen masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap peningkatan kualitas kesehatan keluarga.
Kegiatan penyebarluasan perda ini menjadi bagian dari upaya DPRD dalam memastikan masyarakat memahami berbagai regulasi daerah yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan ibu dan anak yang menjadi salah satu fondasi utama pembangunan sumber daya manusia.
Dalam pemaparannya, Hadiat menegaskan bahwa Perda Nomor 11 Tahun 2023 lahir sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung untuk memberikan perlindungan, pelayanan, dan jaminan kesehatan yang lebih baik bagi ibu dan anak. Menurutnya, kesehatan ibu dan anak merupakan indikator penting dalam mengukur kualitas pembangunan suatu daerah.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh kemajuan infrastruktur atau pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga ditentukan oleh kualitas kesehatan masyarakat sejak dini. Oleh karena itu, perhatian terhadap kesehatan ibu hamil, ibu melahirkan, bayi, balita, hingga masa tumbuh kembang anak harus menjadi prioritas bersama.
“Anak-anak yang sehat lahir dari ibu yang sehat. Karena itu, pemerintah harus hadir memberikan jaminan pelayanan kesehatan yang memadai mulai dari masa kehamilan, persalinan, pasca persalinan hingga masa tumbuh kembang anak. Ini merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang unggul dan berdaya saing,” ujar Hadiat.
Menurutnya, Perda Nomor 11 Tahun 2023 mengatur berbagai aspek penting, mulai dari peningkatan akses pelayanan kesehatan, pemenuhan kebutuhan gizi ibu dan anak, pencegahan stunting, penurunan angka kematian ibu dan bayi, hingga penguatan peran keluarga, masyarakat, dan pemerintah dalam mewujudkan kesehatan yang berkualitas.
Hadiat menilai, tantangan di bidang kesehatan ibu dan anak masih memerlukan perhatian serius dari semua pihak. Persoalan stunting, kurangnya kesadaran pemeriksaan kesehatan secara rutin, hingga keterbatasan akses layanan kesehatan di beberapa wilayah harus terus menjadi fokus pemerintah daerah.
Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan yang telah disediakan pemerintah serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat, pemenuhan gizi seimbang, dan pemeriksaan kesehatan secara berkala, terutama bagi ibu hamil dan balita.



