
Master Nanang menambahkan, penguatan integritas aparatur harus berjalan beriringan dengan sistem pengawasan yang efektif agar potensi penyimpangan dapat ditekan.
“Integritas bukan hanya soal niat, tetapi juga sistem. Jika keduanya berjalan seimbang, maka ruang terjadinya penyimpangan bisa diminimalkan,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pembekalan materi strategis terkait pencegahan tindak pidana korupsi.
Selain itu, para peserta dibekali pemahaman gratifikasi, potensi benturan kepentingan, hingga pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran, khususnya di tingkat desa.
Tak hanya menjadi forum sosialisasi, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai ruang dialog antara Inspektorat dan aparatur pemerintah desa untuk membahas berbagai tantangan di lapangan, termasuk upaya memperkuat pengawasan internal dan meningkatkan kepercayaan publik.
Master Nanang menegaskan, roadshow ini merupakan bagian dari langkah berkelanjutan dalam membangun sistem pencegahan korupsi yang lebih kuat dan terstruktur di daerah.
"Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh aparatur di Kecamatan Klapanunggal semakin memahami risiko serta konsekuensi hukum dari praktik korupsi, sekaligus mampu mengimplementasikan nilai-nilai integritas dalam setiap pelaksanaan tugas," tukasnya



