Home / PERISTIWA / Detail

Ironi Program Makan Bergizi Gratis, Saat Jatah Balita Berakhir di Piring Orang Tua

Pewarta Editor
Pewarta: HERI Editor: BR.NET Senin, 03 Agustus 2026 05:41 WIB
Ironi Program Makan Bergizi Gratis, Saat Jatah Balita Berakhir di Piring Orang Tua

BANDUNG,  BR.NET | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang menjadi ujung tombak perbaikan gizi balita di Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu, ternyata menyisakan ironi. Berdasarkan pantauan Bandungraya.net pada Senin, 3 Agustus 2026, sebagian menu yang seharusnya dikonsumsi balita justru dibawa pulang dan dimakan oleh orang tuanya karena anak enggan menyantapnya.

Di lokasi pembagian, seorang ibu terlihat memindahkan menu MBG ke dalam wadah yang dibawanya dari rumah. Menu yang diterima terdiri atas nasi, sepotong daging, sepotong tempe goreng, tumis wortel, dan sepotong buah semangka. Menurut ibu tersebut, makanan itu dibawa pulang karena anaknya tidak berminat menghabiskannya.

Temuan tersebut diperkuat oleh pengakuan dua orang tua balita yang meminta identitasnya dirahasiakan.

"Anak saya kurang suka makanan seperti ini. Yang dimakan hanya buah dan susunya saja. Lauk dan nasinya biasanya saya yang makan. Kalau tidak dimakan, ya dibuang atau dikasih ke ayam," ujar salah seorang orang tua.

Orang tua lainnya menyampaikan pengakuan serupa. Ia mengatakan anaknya hanya menyukai buah, sedangkan nasi beserta lauknya lebih sering tersisa sehingga akhirnya dikonsumsi orang tua agar tidak terbuang.

Fakta di lapangan ini memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pelaksanaan Program MBG untuk kelompok balita. Sebab, keberhasilan program tidak hanya diukur dari banyaknya paket makanan yang dibagikan, tetapi juga dari apakah makanan tersebut benar-benar dikonsumsi oleh balita sebagai sasaran utama.

Jika kondisi seperti ini terjadi secara luas, penyelenggara program perlu mengevaluasi tingkat penerimaan menu oleh balita, mulai dari rasa, tekstur, porsi, hingga kesesuaian dengan kebiasaan makan anak. Tanpa evaluasi tersebut, tujuan meningkatkan gizi balita berisiko tidak tercapai secara optimal meskipun distribusi makanan berjalan.

Hingga berita ini diterbitkan, BR.NET masih berupaya memperoleh tanggapan resmi dari pihak SPPG Al-Muhajirin maupun instansi terkait mengenai temuan tersebut sebagai bagian dari keberimbangan pemberitaan. ***

Sponsored Content

Dukung Jurnalisme Kami

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat, dukung independensi kami agar terus dapat menyajikan berita yang akurat dan terpercaya.

Tags:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar