BANDUNG,
| Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 dan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Bandung untuk memperkuat semangat persatuan, nasionalisme, serta pembangunan karakter generasi muda sebagai fondasi masa depan bangsa.
Hal tersebut disampaikan Bupati Bandung, Kang Dadang Supriatna (KDS), saat memimpin Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional dan Hari Lahir Pancasila Tingkat Kabupaten Bandung di Lapangan Upakarti, Soreang, Senin (1/6/2026).
Dalam amanatnya, KDS menegaskan bahwa tantangan bangsa saat ini tidak lagi berbentuk penjajahan fisik, melainkan bagaimana menjaga persatuan, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, dan membangun karakter masyarakat di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi digital.
Menurutnya, media sosial yang berkembang tanpa batas telah menghadirkan berbagai pandangan yang terkadang memicu perpecahan, intoleransi, hingga polarisasi di tengah masyarakat. Di sisi lain, tantangan ekonomi global dan dinamika sosial menuntut bangsa Indonesia untuk semakin tangguh menghadapi perubahan zaman.
"Momentum Hari Kebangkitan Nasional dan Hari Lahir Pancasila harus menjadi pengingat bahwa bangsa Indonesia dibangun di atas semangat persatuan dan tekad untuk bangkit menghadapi setiap tantangan," ujar KDS.
Ia menjelaskan, Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap tanggal 20 Mei merupakan tonggak lahirnya kesadaran kebangsaan Indonesia. Berdirinya Budi Utomo pada tahun 1908 menjadi simbol kebangkitan bangsa melalui pendidikan, ilmu pengetahuan, dan perjuangan yang terorganisasi demi mewujudkan kemerdekaan.
Mengusung tema "Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara", KDS menilai bahwa menjaga masa depan bangsa berarti menjaga generasi mudanya. Karena itu, pembangunan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia harus menjadi prioritas utama.
Pemerintah Kabupaten Bandung, kata KDS, terus menerjemahkan semangat kebangkitan nasional melalui berbagai program pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Program tersebut meliputi penguatan layanan pendidikan, peningkatan fasilitas kesehatan, penanganan stunting, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga pengembangan potensi generasi muda.



