Home / PENDIDIKAN / Detail

Jajang Sudrajat: MPLS Ramah di SMPN 1 Cileunyi Bukan Seremonial, Tapi Awal Mencetak Generasi Berakhlak

Pewarta Editor
Pewarta: HERI Editor: BR.NET Jumat, 17 Juli 2026 05:44 WIB
Jajang Sudrajat: MPLS Ramah di SMPN 1 Cileunyi Bukan Seremonial, Tapi Awal Mencetak Generasi Berakhlak

Bandung, BR.NET | Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah di SMPN 1 Cileunyi bukan sekadar agenda penyambutan peserta didik baru. Bagi Kepala SMPN 1 Cileunyi, H. Jajang Sudrajat, S.Pd., M.M.Pd., kegiatan ini merupakan langkah awal dalam membentuk generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, serta memiliki budaya belajar yang positif.

MPLS Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 yang berlangsung pada 13–18 Juli 2026 dilaksanakan dengan mengedepankan pendekatan humanis, edukatif, dan bebas dari praktik perpeloncoan maupun senioritas. Seluruh rangkaian kegiatan mengacu pada Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan.

Menurut Jajang, sekolah memiliki tanggung jawab tidak hanya mencerdaskan peserta didik secara akademik, tetapi juga membangun karakter yang akan menjadi bekal mereka dalam kehidupan.

"Kami ingin sekolah menjadi rumah kedua yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh siswa. MPLS Ramah bukan hanya kegiatan pengenalan lingkungan sekolah, tetapi menjadi awal membangun karakter peserta didik agar religius, disiplin, jujur, mandiri, bertanggung jawab, serta terbebas dari perilaku bullying," ujar Jajang kepada Bandungraya.Net, Jum'at 17 Juli 2026.

Selama enam hari pelaksanaan MPLS, para siswa baru mendapatkan berbagai materi yang dirancang untuk memperkuat karakter sekaligus menambah wawasan. Mulai dari pendidikan karakter, literasi digital, pencegahan penyalahgunaan NAPZA, pendidikan anti-perundungan, hingga mitigasi bencana sebagai bekal menghadapi berbagai situasi di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Yang menjadi ciri khas SMPN 1 Cileunyi adalah kuatnya pembiasaan nilai-nilai religius dalam setiap aktivitas MPLS. Sejak hari pertama, seluruh kegiatan selalu diawali dan diakhiri dengan doa bersama sebagai bentuk pembentukan karakter spiritual peserta didik.

Selain itu, sekolah juga menerapkan program Sekolah Mengaji yang menjadi budaya positif di lingkungan SMPN 1 Cileunyi. Para siswa dibiasakan melaksanakan salat Dhuha, membaca dan menghafal Al-Qur'an, serta mengikuti berbagai kegiatan kerohanian sebagai bagian dari pendidikan karakter.

"Melalui program Sekolah Mengaji, kami ingin menanamkan nilai-nilai keimanan dan akhlak sejak awal. Setiap kegiatan selalu dimulai dengan doa dan ditutup dengan doa. Anak-anak juga kami biasakan melaksanakan salat Dhuha, menghafal Al-Qur'an, serta mengikuti pembinaan rohani agar tumbuh menjadi pribadi yang berilmu sekaligus berakhlak," jelasnya.

Jajang meyakini bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari prestasi akademik semata. Pembiasaan disiplin, sopan santun, kepedulian terhadap sesama, serta penguatan spiritual menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi yang siap menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai moral.

Sebagai penutup rangkaian MPLS, seluruh warga sekolah akan melaksanakan deklarasi bersama untuk menolak segala bentuk kekerasan, perundungan, dan diskriminasi. Deklarasi tersebut menjadi komitmen SMPN 1 Cileunyi dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan ramah bagi seluruh peserta didik.

"Harapan kami, setiap siswa yang menempuh pendidikan di SMPN 1 Cileunyi tidak hanya pulang membawa prestasi, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, disiplin, bertanggung jawab, serta mampu menjadi generasi yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama. Itulah tujuan utama dari MPLS Ramah yang kami selenggarakan," tutup Jajang

Sponsored Content

Dukung Jurnalisme Kami

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat, dukung independensi kami agar terus dapat menyajikan berita yang akurat dan terpercaya.

Tags:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tulis Komentar