Bandung,
| Penantian panjang masyarakat terhadap kondisi Jalan Raya Pangalengan–Sukamanah akhirnya mulai terjawab. Ruas jalan yang selama ini menjadi urat nadi aktivitas masyarakat di wilayah selatan Kabupaten Bandung kini dibangun menjadi Jalan Mantap oleh Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR).
"Hal ini merupakan bukti nyata komitmen Bupati Bandung, Dadang Supriatna (KDS) dalam menjawab dan memperhatikan keinginan warga masyarakat kabupaten Bandung, hususnya warga kecamatan Pangalengan."
Bagi masyarakat Pangalengan, jalan bukan sekadar hamparan aspal yang menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya. Jalan merupakan denyut kehidupan yang menggerakkan roda perekonomian. Dari ruas inilah ribuan petani mengangkut hasil bumi, peternak mendistribusikan hasil usahanya, pedagang menjalankan aktivitas perdagangan, pelajar berangkat menuntut ilmu, hingga wisatawan mengakses berbagai destinasi unggulan yang menjadi kebanggaan Pangalengan.
Karena itu, pembangunan Jalan Mantap Pangalengan–Sukamanah bukan hanya menjawab harapan masyarakat akan infrastruktur yang lebih baik, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Jalan yang berkualitas diyakini mampu mempercepat distribusi barang, menekan biaya transportasi, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, serta mendorong berkembangnya sektor pertanian, peternakan, UMKM, dan pariwisata.
Realisasi pembangunan tersebut sekaligus menjadi bukti nyata komitmen Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) dalam membangun daerah berdasarkan kebutuhan masyarakat. Di bawah kepemimpinannya, pembangunan infrastruktur terus diprioritaskan sebagai fondasi untuk memperkuat konektivitas antarwilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Bagi KDS, pembangunan jalan bukan sekadar mengejar panjang ruas yang diperbaiki. Lebih dari itu, jalan yang mantap merupakan instrumen penting untuk membuka akses ekonomi, mempercepat pemerataan pembangunan, meningkatkan daya saing daerah, serta menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik hingga ke wilayah pedesaan. Filosofi pembangunan inilah yang menjadi salah satu ciri kepemimpinannya, yakni memastikan manfaat pembangunan benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Pembangunan Jalan Mantap Pangalengan–Sukamanah juga mempertegas keseriusan Pemerintah Kabupaten Bandung dalam mendukung kawasan selatan sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi. Dengan akses yang semakin baik, distribusi hasil pertanian dan perkebunan akan semakin lancar, biaya logistik menjadi lebih efisien, mobilitas masyarakat meningkat, serta potensi wisata alam Pangalengan diperkirakan akan semakin berkembang karena didukung infrastruktur yang semakin memadai.
Keberadaan jalan yang berkualitas juga memberikan dampak sosial yang luas. Waktu tempuh menjadi lebih singkat, risiko kecelakaan akibat kerusakan jalan dapat diminimalkan, aktivitas pendidikan dan pelayanan kesehatan menjadi lebih mudah dijangkau, serta membuka peluang tumbuhnya investasi yang pada akhirnya menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.



