Sumedang,
| Penurunan perolehan kursi partai Demokrat di DPRD bukanlah krisis sistemik di seluruh Indonesia, melainkan fluktuasi politik lokal di daerah tertentu. Secara nasional, perolehan kursi di DPR RI memang sempat mengalami tren penurunan. Meski demikian, di banyak wilayah seperti Jawa Barat, perolehan kursi DPRD justru solid.
Seperti halnya, dinamika politik dan kritik membangun terus bergejolak dari kader militan atas penurunan perolehan kursi DPRD DPC Partai Demokrat Kabupaten Sumedang. Hal ini memicu langkah evaluasi dan konsolidasi internal, yang tentunya sesuai petunjuk dan arahan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat.
"Evaluasi menyeluruh, ganti Ketua DPC Demokrat Sumedang yang dinilai gagal dan tidak mampu mencapai perolehan kursi. Segera tunjuk Plt untuk merestrukturisasi kepengurusan agar regenerasi berjalan dengan baik," ujar salah seorang pemerhati Demokrat, Dadang Apendi, kepada BR/dikte.id, Sabtu 27 Juni 2026.
Menurutnya, masa keemasan partai Demokrat di Kabupaten Sumedang tercatat pada era Pemilu 2009 yang berhasil meraih 6 kursi dan 4 kursi pada pemilu 2014. Setelah itu, mengalami penurunan drastis dari 2 kursi (legislatif 2019) dan menjadi 1 kursi untuk masa jabatan periode 2024-2029.

"Audit internal, lakukan kajian mengenai akar masalah penurunan, baik dari strategi pemenangan, konsolidasi maupun elektabilitas," paparnya, membawahi aspirasi kader dan pengurus baik Ranting, PAC hingga DPC Demokrat Kabupaten Sumedang.
Sisi lain, sebutnya, perlu adanya penyegaran struktural, melalui Musyawarah Cabang (Muscab) ataupun Musyawarah Daerah (Musda) guna memilih figur baru yang dianggap lebih mampu mendongkrak perolehan suara partai.
"Cegah penurunan kursi dengan nembuka ruang inklusif selebar-lebarnya bagi tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga kaum muda untuk bergabung dan maju sebagai perwakilan partai, serta memberikan karpet biru bagi kader potensial," imbuhnya.



